IHSG jelang akhir pekan melemah terbebani tingginya harga minyak

7 jam yang lalu 2

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi bergerak melemah terbebani oleh harga minyak mentah global yang bertahan di level tinggi dalam waktu lama.

IHSG dibuka melemah 0,53 poin atau 0,01 persen ke posisi 7.378,07. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,51 poin atau 0,10 persen ke posisi 715,75.

“Diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dan menutup gap down di 7.308, serta menguji level 7.300 ,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Dari mancanegara, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran meningkat, sehingga meningkatkan ketidakpastian prospek perundingan perdamaian di masa mendatang.

Meskipun Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata antara kedua negara, namun ketegangan meningkat karena aktivitas angkatan laut di dalam dan sekitar Selat Hormuz.

Titik fokus ketegangan yaitu blokade angkatan laut AS yang tengah berlangsung terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran. Komando Pusat AS mengatakan telah mengalihkan 33 kapal sejak dimulainya blokade.

Trump memerintahkan angkatan laut AS untuk menembak dan membunuh kapal apa pun yang menempatkan ranjau di perairan Selat Hormuz. Meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz telah menimbulkan keraguan terhadap potensi terjadinya negosiasi antara kedua negara.

Para mediator dari Pakistan, Turki, dan Mesir berjuang untuk menyelamatkan perundingan perdamaian, termasuk mengatur pertemuan potensial sesegera mungkin pada Jumat (25/04).

Di sisi lain, Trump mengatakan bahwa Israel dan Lebanon memperpanjang masa gencatan senjata selama tiga pekan.

Dari dalam negeri, sentimen negatif antara lain berasal dari pelemahan Rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.300 pada perdagangan Kamis (23/04), atau menjadi level terlemah sepanjang masa dan merupakan pelemahan paling dalam di Asia.

"Penutupan Selat Hormuz yang berlarut-larut membuat harga minyak bertahan di level tinggi, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi inflasi dan melebarnya defisit anggaran belanja," ujar Ratna.

Harga minyak dunia yaitu jenis Brent dan WTI masing-masing tercatat berada di level 105,93 dolar AS per barel dan 96,57 dolar AS per barel pada perdagangan pagi ini pukul 09.42 WIB.

"Namun, hasil kinerja kuartalan emiten yang sebagian besar positif dari perusahaan besar (big caps) membantu membatasi pelemahan IHSG," ujar Ratna.

Pada perdagangan Kamis (23/04) kemarin, bursa saham Eropa mayoritas melemah, di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,32 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,16 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,16 persen, serta indeks CAC menguat 0,87 persen.

Sementara itu, bursa saham AS di Wall Street kompak melemah pada Kamis (23/04), di antaranya indeks Nasdaq Composite melemah 0,57 persen ke 26,782,63, indeks S&P 500 melemah 0,41 persen ke 7.108,4, dan indeks Dow Jones melemah 0,36 persen ke 49.310.32.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 218,27 poin atau 0,37 persen ke 59.358,50, indeks Hang Seng melemah 176,70 poin atau 0,68 persen ke posisi 25.738,50, indeks Shanghai melemah 21,08 poin atau 0,51 persen ke 4.072,17, dan indeks Strait Times melemah 37,12 poin atau 0,75 persen ke 4.906,99.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya