Jakarta, CNN Indonesia --
Milisi Hizbullah di Lebanon menyambut baik kesepakatan Amerika Serikat dan Iran, demi mengakhiri konflik Timur Tengah secara damai.
Dalam pernyataan tertulis, kelompok tersebut mengatakan nota kesepahaman antara AS dan Iran telah menghasilkan gencatan senjata komprehensif di semua lini, termasuk Lebanon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hizbullah juga memperingatkan kepada Israel bahwa mereka tidak akan menerima serangan apa pun yang melanggar kedaulatan Lebanon atau menargetkan rakyatnya.
Mereka mengatakan bahwa dimasukkannya Lebanon dalam perjanjian itu mencerminkan komitmen Iran untuk mengakhiri perang.
"Hizbullah menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para pemimpin, pasukan, dan rakyat Iran atas dukungan teguh mereka terhadap Lebanon, rakyatnya, dan perlawanannya, dan atas desakan mereka agar Lebanon dimasukkan dalam setiap kesepahaman yang mengarah pada penghentian perang," demikian pernyataan Hizbullah, dikutip AFP.
Perang di Lebanon selatan mereda pada Senin (15/6), usai Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan AS dan Iran.
Seorang pejabat Hizbullah kepada Reuters mengatakan bahwa kelompok tersebut belum melakukan operasi militer apa pun sejak kesepakatan itu diumumkan.
Mereka menekankan bahwa posisinya dalam gencatan senjata akan bergantung pada kepatuhan Israel atas perjanjian tersebut.
Hizbullah juga menyatakan akan menolak "kebebasan bergerak" Israel di Lebanon, sementara Iran terus memantau kepatuhan Israel terhadap gencatan senjata di Lebanon.
Sumber keamanan di Lebanon mengatakan Israel sejauh ini telah mengurangi serangan secara signifikan, meski masih ada beberapa tembakan artileri terjadi di kota-kota Lebanon selatan.
Dewan kota di Lebanon selatan juga telah meminta warga untuk menunda kembali ke rumah mereka masing-masing.
(dna)
Add
as a preferred source on Google

4 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·