Jakarta, CNN Indonesia --
Kelompok perlawanan di Palestina Hamas mewanti-wanti Israel yang berusaha merebut Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur.
Hamas menyebut upaya paksa pengambilalihan Masjid Al Aqsa akan memicu kemarahan besar dari Palestina maupun komunitas internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini eskalasi yang berbahaya dan pelanggaran yang membutuhkan tindakan mendesak guna melindungi situs tersebut," demikian menurut Hamas, dikutip Al Jazeera, Rabu (10/6).
Upaya Israel yang terbaru menurut Hamas berusaha merebut Dome of Moses (Kubah Musa).
Kubah Musa merupakan salah satu dari belasan monumen kubah bersejarah yang ada di kompleks Masjid Al Aqsa atau Haram Assyarif.
Kubah tersebut berada di pelataran sebelah barat Masjid Al Aqsa, dekat dengan Gerbang Silsilah. Di masa lalu, kubah ini berfungsi sebagai tempat perlindungan, pembelajaran bagi ulama.
Saat ini, Kubah Musa berfungsi sebagai kelas belajar agama hingga rumah tahfiz di Palestina.
Kembali ke Hamas, mereka mengatakan warga Palestina tidak akan menerima upaya Yahudisasi yang dilakukan Israel.
Hamas lantas meminta negara-negara Arab dan Islam untuk segera mengambil tindakan atas pelanggaran Israel terhadap Masjid Al Aqsa.
Komentar Hamas muncul usai Amerika Serikat dan Israel dilaporkan diam-diam berusaha mencabut hak perwalian Yordania atas Masjid Al Aqsa.
Para pejabat AS, Yordania, Palestina dan sejumlah sumber mengatakan otoritas wakaf Islam yang dipegang Yordania akan berakhir secara tiba-tiba.
Menurut para sumber, berdasarkan rencana yang disusun, Israel membentuk badan baru yang akan mendeklarasikan masjid Al Aqsa sebagai pusat multi-agama.
Lebih lanjut, mereka mengatakan "pengaturan baru" ini akan memberikan akses yang sama ke warga Yahudi ke tempat ibadah Muslim dan secara resmi mengizinkan ibadah kelompok besar bagi orang Yahudi.
Israel juga akan memiliki pengaruh besar dalam pengangkatan imam, penceramah, dan pejabat senior masjid, serta akan terlibat dalam menyetujui isi khutbah Jumat.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·