Haji 2026: 5.426 Jamaah Aceh Siap Terbang, Ini Rute dan Jadwalnya

6 jam yang lalu 4

Banda Aceh, NU Online

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, Arijal, pada Rabu (22/4/2026) secara resmi merilis jadwal keberangkatan jamaah haji asal Aceh untuk musim haji 2026.


Sebanyak 5.426 jamaah, termasuk petugas, akan berangkat menuju Tanah Suci. Mereka terbagi dalam 14 kelompok terbang (kloter) yang akan diberangkatkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia.


Arijal menjelaskan bahwa keberangkatan jamaah haji tahun ini akan dilakukan dalam dua gelombang. Kloter pertama akan berangkat pada 5 Mei 2026, sedangkan kloter 2 hingga 14 akan mengikuti dalam gelombang kedua. Jamaah kloter pertama dijadwalkan mendarat di Madinah, sementara kloter 2 hingga 14 akan tiba di Jeddah, Arab Saudi, sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk menjalankan rangkaian ibadah haji.

"Kloter 1: Masuk Asrama Haji pada 5 Mei 2026, pukul 07.00 WIB dan berangkat pada 6 Mei 2026, pukul 01.05 WIB. Kloter pertama terdiri dari jamaah dari Banda Aceh (287) dan Aceh Besar (100). Kloter 2 hingga 14: Proses keberangkatan dimulai 6 Mei 2026 dengan setiap kloter berisi 393 jamaah, yang berasal dari seluruh kabupaten/kota di Aceh," paparnya.


Setiap kloter akan mengangkut jamaah dari berbagai kabupaten/kota di Aceh, dengan komposisi yang bervariasi di setiap kloter. Beberapa kabupaten yang tergabung dalam kloter ini antara lain Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, Aceh Utara, Aceh Barat, Bireuen, Langsa, Pidie, dan lainnya, dengan masing-masing kabupaten mengirimkan jamaah sesuai kuota yang telah ditetapkan.

Arijal memastikan bahwa seluruh jamaah haji Aceh akan diberangkatkan dengan kenyamanan dan keamanan yang optimal. Garuda Indonesia akan mengangkut jamaah haji dengan kapasitas penuh pada setiap kloter. Jamaah akan tiba di Madinah atau Jeddah sesuai dengan gelombang masing-masing.

Selain memastikan keberangkatan yang lancar, Arijal menekankan bahwa pihaknya telah mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung, seperti Asrama Haji, layanan kesehatan, dan transportasi yang akan mengantar jamaah ke Tanah Suci. Pembagian kartu nusuk dan sistem digitalisasi layanan yang lebih efisien juga telah diterapkan untuk mendukung kelancaran keberangkatan.

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali, mengapresiasi langkah pemerintah dalam mempersiapkan keberangkatan haji tahun ini. Menurutnya, pelayanan yang semakin baik untuk jamaah haji Aceh menunjukkan komitmen nyata untuk memfasilitasi umat Islam menjalankan ibadah haji dengan lebih nyaman dan aman.

"Kami sangat mengapresiasi persiapan matang yang telah dilakukan oleh pemerintah dan pihak terkait, termasuk layanan digital yang mempermudah proses administrasi. Ini sangat membantu, terutama bagi para jemaah lansia. Dengan fasilitas yang semakin baik, kami berharap jamaah Aceh dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan penuh berkah," ujarnya.

Ulama yang akrab disapa Abu Sibreh juga menambahkan bahwa dengan keberangkatan yang terencana dengan baik, diharapkan para jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan tanpa hambatan, serta kembali ke Aceh dalam keadaan sehat dan selamat.

"Kami berharap seluruh jamaah haji Aceh dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, aman, dan nyaman. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik agar jamaah bisa fokus beribadah tanpa ada hambatan," ujarnya.

Abu Sibreh menambahkan bahwa dengan persiapan matang, diharapkan jamaah haji Aceh dapat menjalankan ibadah haji tahun ini dengan baik, diberi kesehatan, dan kembali ke tanah air dengan penuh berkah.

Baca Artikel Selengkapnya