Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur petahana Prefektur Okinawa, Jepang, Denny Tamaki, kalah dalam pemilihan umum (pemilu) pada Minggu (13/9).
Posisinya kini akan digantikan oleh Genta Koja, kandidat pemenang yang didukung partai berkuasa pimpinan Perdana Menteri Sanae Takaichi.
AFP melaporkan Koja meraih 423.124 suara, sedangkan Tamaki memperoleh 276.060 suara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenangan telak Koja ini melengserkan Tamaki yang selama ini menentang keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Okinawa, termasuk rencana relokasinya di prefektur tersebut.
Tamaki dikenal luas karena mendesak pemerintah pusat memindahkan pangkalan militer AS keluar dari Okinawa. Penolakan Tamaki terhadap pangkalan militer AS berangkat dari kekhawatiran bahwa konsentrasi pangkalan AS di Okinawa mengancam perdamaian.
Warga setempat mayoritas mendukung Tamaki, salah satunya karena peristiwa kelam di tahun 1996 ketika seorang remaja perempuan menjadi korban perkosaan oleh personel militer AS. Insiden ini menyebabkan pangkalan AS diputuskan pindah ke Distrik Henoko yang lebih jarang penduduk.
Pada 2023, pemerintah Jepang memberikan izin merelokasi pangkalan Futenma AS ke pesisir pantai Henoko, yang masih satu prefektur di Okinawa. Tamaki menentang keras rencana tersebut karena khawatir akan rusaknya lingkungan pesisir dan pelanggaran terhadap hak otonomi masyarakat.
Keputusan pemerintah Jepang merelokasi pangkalan tanpa mengindahkan keberatan prefektur ini merupakan kali pertama terjadi di negara itu. Pemberian izin relokasi itu dilakukan dengan undang-undang otonomi daerah.
Berbeda dari Tamaki, Koja mendukung relokasi pangkalan militer di Okinawa. Ia setuju pangkalan AS tetap berada di prefektur paling selatan Jepang tersebut, namun meminta agar lokasinya dipindahkan ke wilayah minim penduduk.
AS memiliki sekitar 54 ribu personel militer di Jepang, sebagian besar di Okinawa. Kasus kekerasan seksual dan masalah lain terkait polusi, kebisingan, dan kecelakaan helikopter telah menimbulkan keluhan di antara warga setempat.
(mge/dna)

1 jam yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·