Geoprima Solusi selesaikan "private placement" Rp28,46 miliar

2 minggu yang lalu 26
Aksi ini dieksekusi dengan nilai nominal Rp50 per saham dan harga pelaksanaan Rp427 per saham, sehingga total nilai keseluruhan mencapai Rp28,46 miliar

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan perdagangan besar mesin dan perlengkapan PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) telah menyelesaikan pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan berhasil meraih dana senilai Rp28,46 miliar.

Seluruh saham hasil private placement perseroan diserap sepenuhnya oleh PT PIMSF Pulogadung (PIMSF) sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) baru, yang merupakan bagian jaringan bisnis Tjokro Group.

Direktur Utama GPSO Dionysius Tjokro dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, menjelaskan jumlah saham baru yang diterbitkan dalam private placement yaitu sebanyak 66.674.000 saham biasa atas nama.

“Aksi ini dieksekusi dengan nilai nominal Rp50 per saham dan harga pelaksanaan Rp427 per saham, sehingga total nilai keseluruhan mencapai Rp28,46 miliar,” ujar Dionysius.

Seiring masuknya PIMSF dan Tjokro Group, perseroan melakukan penyesuaian arah dan model bisnis secara signifikan melalui pengesahan perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) untuk menyelaraskan langkah dengan ekosistem bisnis PSP baru.

Dionysius menjelaskan bahwa perubahan KBLI bertujuan supaya perseroan dapat menangkap peluang pasar yang lebih luas dan menciptakan sinergi yang solid.

“Melalui perubahan tersebut, perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha yang selaras dan bersinergi dengan ekosistem bisnis Tjokro Group. Dengan perubahan KBLI ini, Perseroan optimistis dapat memperluas sumber pendapatan dan memperkuat kinerja usaha melalui sinergi dengan Tjokro Group," ujar Dionysius.

Baca juga: MUTU umumkan "private placement" Rp29,9 miliar guna akselerasi bisnis

Penyesuaian mencakup penambahan tiga lini KBLI baru, diantaranya KBLI 70209 mengenai aktivitas konsultasi manajemen dan bisnis lainnya, dan KBLI 46591 mengenai perdagangan besar mesin kantor dan industri pengolahan, suku cadang dan perlengkapannya.

Kemudian, KBLI 68129 mengenai aktivitas real estat atas bangunan dan lahan nonhunian milik sendiri atau sewa.

Namun demikian, Dionysius menegaskan perseroan tetap mempertahankan lini bisnis lamanya, yaitu KBLI 46599 yang mencakup perdagangan besar mesin, peralatan dan perlengkapan lainnya.

“Lini usaha alat survei, pemetaan tanah, serta jasa pengukuran yang menjadi fokus perseroan sebelumnya juga akan tetap diupayakan untuk dipertahankan,” ujar Dionysius

Khusus untuk penambahan KBLI 68129, Ia mengungkapkan dilakukan untuk mendukung rencana aksi korporasi berikutnya yaitu pembelian aset milik PT JIC dengan estimasi nilai sekitar Rp78 miliar.

"Aset tersebut direncanakan untuk disewakan sehingga dapat memberikan tambahan pendapatan bagi perseroan," ujar Dionysius.

Sebagai informasi, "private placement" perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Juni 2026.

Sesuai jadwal, distribusi saham baru kepada PIMSF dilakukan pada 3 Juli 2026, diikuti dengan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Juli 2026, dan pengumuman hasil pada 8 Juli 2026.

Baca juga: Airlangga: Demutualisasi ditempuh lewat private placement atau IPO

Baca juga: Patuhi homologasi, WSBP laksanakan Private Placement tahap 2

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya