Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah negara di Eropa sudah memperingatkan warganya untuk bersiap menghadapi perang. Pemerintah Inggris, Jerman, Swedia meminta warga untuk melakukan stok makanan di rumah masing-masing.
Berbagai negara di Eropa telah menyebarluaskan rencana darurat kepada warga mereka, termasuk imbauan untuk menimbun persediaan makanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan laporan AOL, Selasa (27/10), pemerintah Inggris, Jerman, dan Swedia telah menyarankan warganya untuk menyimpan bahan pangan yang tahan lama, obat-obatan, serta air.
Negara-negara tersebut menyebutkan sejumlah kemungkinan seperti perang, serangan siber, cuaca ekstrem, dan wabah penyakit-sebagai alasan di balik penyampaian panduan ini.
"Selain skenario perang, terdapat pula berbagai krisis di masa damai yang dapat memicu kekurangan pangan dan hambatan dalam rantai pasokan. Contohnya termasuk wabah penyakit pada hewan atau kecelakaan serius pada instalasi teknis berskala besar," tulis pernyataan resmi Pemerintah Jerman.
Pemerintah Jerman juga menyarankan warga untuk menyimpan persediaan darurat yang cukup untuk kebutuhan selama sepuluh hari, termasuk dua liter cairan per orang setiap harinya.
Sementara Pemerintah Inggris sudah meluncurkan kampanye "Be Ready" sejak pekan lalu. Pemerintah Inggris mengimbau setiap keluarga untuk menyiapkan persediaan makanan, air, dan kebutuhan pokok untuk tiga hari, di tengah kekhawatiran bahwa bencana alam, konflik bersenjata, dan keadaan darurat lainnya kini semakin sering terjadi.
Sejumlah barang yang wajib dimiliki warga Inggris di rumah adalah: Makanan yang tidak mudah rusak untuk kebutuhan tiga hari, sembilan liter air minum kemasan per orang, produk kebersihan dan perlengkapan mandi, pakaian hangat, kantong tidur, dan selimut, hingga kotak P3K dan perlengkapan medis penting lainnya.
Sementara itu, Pemerintah Swedia secara langsung memperingatkan warganya mengenai risiko pecahnya konflik di wilayah mereka.
"Perang sedang berlangsung di sudut dunia kita, dan situasi keamanan saat ini merupakan yang paling serius sejak Perang Dunia Kedua. Ancaman teroris, serangan siber, dan penyebaran informasi yang menyesatkan digunakan untuk mencelakai serta memengaruhi kita. Serangan bersenjata terhadap Swedia tidak dapat dikesampingkan," demikian pernyataan Badan Pertahanan Sipil dan Ketahanan Swedia.
(har/dna)

34 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·