Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri petahana Israel Benjamin Netanyahu akhirnya bersuara menanggapi hasil exit poll sementara pemilu Israel. Sejumlah media Israel menunjukkan hasil hitung cepat kubu Netanyahu kini unggul tipis atas pesaingnya Gadi Eisenkot.
Netanyahu mengatakan kepada para pendukungnya pada Rabu (28/10) bahwa partainya, Likud, beserta partai-partai sayap kanan telah memenangkan suara mayoritas dan akan membentuk pemerintahan sayap kanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kita lihat adalah bahwa Partai Likud merupakan partai terbesar. Tidak ada yang bisa menyaingi kami," kata Netanyahu, seperti dikutip Al Jazeera.
"Blok kanan memiliki mayoritas, dan mayoritaslah yang menentukan," lanjutnya.
Netanyahu berujar hasil exit poll sebelumnya yang ditunjukkan berbagai saluran televisi tidak benar karena memperlihatkan koalisi Eisenkot unggul atas koalisinya. Ia menuduh stasiun-stasiun TV tersebut berusaha mencegah pendukungnya untuk memilih dengan memproyeksikan kemenangan untuk oposisi.
Pada pidato yang sama, Netanyahu memperkirakan hasil final pemungutan suara akan keluar dalam satu hingga dua hari ke depan. Ia berujar setelah ini, partainya akan membentuk pemerintahan sayap kanan nasional.
"Kita perlu membentuk pemerintahan sayap kanan nasional," kata Netanyahu.
Dalam kesempatan itu, Netanyahu juga mengatakan bahwa Israel sama sekali tidak boleh bekerja sama dengan partai Arab. Ia menuduh partai Arab telah "menentang keberadaan kita (Yahudi)".
Ini merupakan pernyataan perdana Netanyahu usai pemungutan suara untuk Knesset dihelat pada Selasa kemarin.
Dilansir AFP, media Israel Channel 11 dan Channel 13 sama-sama menempatkan kubu Netanyahu dan Eisenkot meraih perolehan 51 kursi. Sementara itu Channel 12 memberikan keunggulan kepada kubu Eisenkot.
Sementara itu exit poll yang dilaporkan lembaga penyiaran publik Kan juga menunjukkan posisi imbang bagi Netanyahu dan kubu Eisenkot, masing-masing mendapat 51 kursi.
Dengan hasil hitung cepat sementara ini berarti belum ada satu blok pun yang mendapatkan 61 kursi suara mayoritas yang diperlukan untuk mengamankan parlemen Knesset.
Kekurangan ini pada dasarnya bisa diatasi dengan dukungan dari partai-partai Arab yang diproyeksi memperoleh 17-18 kursi. Namun, tidak ada satupun blok yang bersedia bergabung dengan partai Arab.
(blq/dna)

40 menit yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·