Fundamental dan proyek strategis dinilai topang prospek Jasa Marga

44 menit yang lalu 2
Selain kinerja operasional, pengembangan jaringan jalan tol menjadi salah satu faktor yang berpotensi mendukung pertumbuhan JSMR dalam jangka menengah

Jakarta (ANTARA) - Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI), Reza Priyambada menilai kombinasi antara fundamental bisnis jalan tol dan pengembangan proyek strategis, berpotensi menopang prospek kinerja PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) di masa mendatang.

Ditambah, agenda transformasi BUMN dan optimalisasi portofolio oleh Danantara dapat menjadi faktor strategis yang memperkaya investment story Jasa Marga dalam jangka menengah.

"Ada sejumlah aspek. Dengan kombinasi antara fundamental bisnis jalan tol, pengembangan proyek strategis dan peluang optimalisasi portofolio dalam ekosistem BUMN, JSMR berpotensi mempertahankan daya tariknya di tengah dinamika sektor infrastruktur dan pasar modal Indonesia,” ujar Reza sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Bagi investor, Reza menjelaskan ekspansi jaringan tidak hanya dilihat dari bertambahnya panjang jalan tol yang dikelola, namun juga dari optimalisasi aset, yaitu kemampuan setiap aset dalam menghasilkan traffic, pendapatan, EBITDA, yang pada akhirnya memberikan imbal hasil yang menarik terhadap modal yang diinvestasikan.

"Selain kinerja operasional, pengembangan jaringan jalan tol menjadi salah satu faktor yang berpotensi mendukung pertumbuhan JSMR dalam jangka menengah. Karena itu, optimalisasi ruas yang telah beroperasi maupun percepatan kontribusi ruas baru menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan JSMR,” ujar Reza.

Ke depan, Ia melanjutkan bahwa prospek Jasa Marga tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa besar portfolio jalan tol yang dimiliki atau dikelola.

“Investor akan semakin memperhatikan kualitas portfolio, produktivitas aset, kemampuan menghasilkan cash flow, efisiensi pendanaan, serta return atas investasi,” ujar Reza.

Jasa Marga merupakan market leader industri jalan tol di Indonesia baik dari sisi pangsa pasar, jaringan operasional, maupun operator, yang mana dari sisi pangsa pasar menguasai sekitar 42 persen pasar jalan tol komersial berdasarkan jalan tol beroperasi di Indonesia.

Baca juga: JSMR estimasi "capex" investasi hingga akhir 2026 capai Rp12 triliun

Baca juga: Jasa Marga: Tol Prosiwangi Seksi 3 telah menyelesaikan tahapan ULFO

Dari sisi jaringan operasional, perseroan mengelola sekitar 1.294 kilo meter (km) jalan tol operasional dan sekitar 1.736 km total konsesi hingga saat ini.

Dari 36 konsensi tol yang dikelola, sebanyak 29 diantaranya telah beroperasi secara penuh, dan tiga ruas telah beroperasi sebagian yaitu Bogor Ring Road sepanjang 13,30 Km, Solo-Yogya 96,57 Km dan Ngawi-Kertosono-Kediri 114,9 Km, serta tiga lainnya belum beroperasi.

Hingga semester I-2026, Jasa Marga membukukan pendapatan usaha sebesar Rp10,31 triliun atau tumbuh 7,6 persen year on year (yoy), yang ditopang pendapatan tol sebesar Rp9,5 triliun (tumbuh 6,8 persen (yoy)) dan pendapatan usaha lain sebesar Rp798,2 miliar (tumbuh 17,6 persen (yoy)).

Sementara itu, EBITDA perseroan tercatat Rp6,99 triliun atau tumbuh 8,1 persen (yoy) dengan margin EBITDA tumbuh menjadi 67,8 persen.

Adapun, laba bersih perseroan mencapai Rp1,91 triliun, atau tumbuh 2,0 persen (yoy) hingga semester I-2026

Kemudian, Gearing Ratio tercatat di level 1,2 kali dengan Interest Coverage Ratio (ICR) tumbuh menjadi 3,9 kali, yang menunjukkan kapasitas perseroan untuk menjaga kewajiban finansial sekaligus mempertahankan ruang untuk investasi dan pengembangan bisnis.

Baca juga: Jasa Marga: Tol Yogya-Bawen Seksi 6 akan beroperasi November tahun ini

Baca juga: Jasa Marga tegaskan pengelolaan lalin di tol berorientasi keselamatan

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya