Erupsi Gunung Dukono Halmahera, 3 Orang Meninggal Dunia dan 10 Korban Luka-Luka

1 jam yang lalu 1

Jakarta, NU Online

Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara yang terjadi pada Jumat (8/5/2026) memakan korban jiwa. Sebanyak tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan 10 lainnya mengalami luka-luka. Status gunung saat ini telah ditutup dan berada pada level waspada.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara Fehby Alting menyampaikan sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi dari kawasan terdampak erupsi.

“Data korban sudah terevakuasi 17 orang, data korban meninggal dunia 3 orang, dan data korban dirawat 10 orang,” ujarnya pada Ahad (10/5/2026).

Ia mengatakan bahwa korban luka-luka terdiri dari tujuh warga negara asing (WNA) asal Singapura dan tiga warga negara Indonesia (WNI). Sementara korban meninggal dunia berasal dari dua WNA Singapura dan seorang WNI.

Fehby menegaskan bahwa Gunung Dukono saat ini masih berada pada Status Level II atau Waspada. Setelah sempat mengalami penurunan aktivitas pada Agustus 2025, gunung api tersebut kembali menunjukkan peningkatan erupsi magmatik eksplosif sejak 30 Maret 2026.

“Tercatat terjadi 199 kali erupsi dengan ketinggian kolom erupsi 50-400 meter dari puncak gunung,” tuturnya.

Kronologi erupsi

Erupsi terbaru terjadi pada Jumat (8/5/2026) pukul 07.41 WIT dan disertai suara dentuman lemah hingga kuat. Aktivitas vulkanik tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi hampir 16 menit.

“Erupsi terbaru tercatat terjadi pada tanggal 08 Mei 2026 pukul 07.41 WIT disertai dengan suara dentuman lemah-kuat terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm durasi 967,56 detik,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kolom abu vulkanik berwarna putih hingga hitam dilaporkan mencapai ketinggian 10.000 meter di atas puncak gunung. Arah sebaran abu menuju wilayah utara dan berpotensi menyebabkan hujan abu tebal di sejumlah permukiman hingga Kota Tobelo.

“Tim gabungan dari SAR, BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat telah mengamankan para pendaki ke titik lokasi radius aman dari semburan abu vulkanik Gunung Api Dukono. Korban yang mengalami luka telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” jelas Fehby.

Pendakian Dukono ditutup

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menyampaikan sejak 17 April 2026, aktivitas pendakian Gunung Dukono telah ditutup total.

Ia menambahkan, penutupan itu diperkuat melalui surat keputusan Bupati Halmahera Utara pada Jumat (8/5/2026).

“Melalui keputusan tersebut, operator, pengelola maupun penyedia jasa pendakian dilarang memberikan izin pendakian kepada siapapun,” ujarnya pada Ahad (10/5/2026).

Abdul menegaskan bahwa pemerintah daerah juga melarang masyarakat dan wisatawan memasuki kawasan rawan bencana (KRB) dalam radius empat kilometer dari puncak kawah sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Pengawasan terhadap aktivitas pendakian di kawasan Gunung Dukono akan terus diperketat. Setiap pelanggaran terhadap ketentuan penutupan jalur pendakian dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pengelola jasa pendakian agar tidak melakukan aktivitas di sekitar Gunung Dukono serta terus memperbarui informasi kebencanaan.

“Masyarakat, wisatawan, maupun pengelola jasa pendakian untuk selalu memeriksa daerah rawan bencana melalui aplikasi InaRisk Personal BNPB, mematuhi rekomendasi PVMBG serta tidak melakukan aktivitas di zona berbahaya demi keselamatan bersama,” katanya.

Baca Artikel Selengkapnya