Eropa Mau Berunding dengan Rusia, Putin Sebut Nama ini

3 hari yang lalu 10

Vladimir Putin dan Kanselir Jerman periode 1998 hingga 2004 Schroder.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia menyambut positif meningkatnya pembicaraan di Eropa mengenai pentingnya membuka kembali dialog dengan Moskow.

Pernyataan itu muncul di tengah mulai munculnya diskusi di sejumlah kalangan Eropa tentang perlunya mencari jalur diplomasi setelah perang Ukraina berlangsung berkepanjangan dan membebani ekonomi serta keamanan kawasan.

Dalam pernyataannya kepada media pemerintah Rusia RIA Novosti pada Senin (11/5/2026), Peskov menyebut perkembangan tersebut sebagai sinyal baik, meski menurutnya proses itu masih berada pada tahap awal.

“Perlu dicatat bahwa ada peningkatan pembicaraan di Eropa tentang perlunya dialog dengan Rusia,” kata Peskov.

“Kami menyambut baik hal ini. Ini adalah perkembangan positif, tetapi kita masih berada di awal.”

Kremlin berbicara demikian ketika hubungan Rusia dan Eropa masih berada di titik terburuk sejak berakhirnya Perang Dingin. Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, Uni Eropa menjatuhkan berbagai sanksi ekonomi terhadap Moskow, sementara negara-negara Eropa meningkatkan dukungan militer dan finansial kepada Kyiv.

Namun setelah konflik berlangsung bertahun-tahun tanpa penyelesaian jelas, mulai muncul kekhawatiran di Eropa mengenai dampak perang yang berkepanjangan, mulai dari krisis energi, tekanan ekonomi, hingga risiko keamanan regional yang semakin luas.

Pernyataan Peskov juga muncul setelah Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara mengenai kemungkinan mediator dalam negosiasi antara Rusia dan Eropa. Dalam pernyataannya pada Sabtu lalu, Putin mengatakan ia lebih memilih mantan Kanselir Jerman Gerhard Schröder untuk memainkan peran tersebut.

Menurut Putin, warga Eropa perlu menentukan sendiri figur yang mereka percaya untuk membuka jalur komunikasi dengan Rusia. Ia menilai mediator yang efektif adalah sosok yang belum membuat pernyataan bermusuhan terhadap Moskow selama konflik berlangsung.

Di sisi lain, sinyal mengenai kemungkinan dialog juga mulai terdengar dari Brussel. Presiden Dewan Eropa Antonio Costa sebelumnya mengatakan dirinya tengah berdiskusi dengan para pemimpin Uni Eropa mengenai persiapan kemungkinan negosiasi dengan Rusia ketika “waktu yang tepat” tiba.

sumber : Xinhua

Baca Artikel Selengkapnya