El Sayed Bentuk Habibi PAC usai Jadi Muslim Pertama di Senat, Apa Itu?

6 jam yang lalu 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Senator terpilih Amerika Serikat Abdul El Sayed telah meluncurkan sebuah komite aksi politik bernama "Habibi PAC" beberapa hari setelah kemenangannya di pemilihan Senat yang bersejarah.

The Hill melaporkan langkah ini mengindikasikan rencananya untuk memperluas pengaruhnya dalam politik Partai Demokrat di luar masa kampanye pemilu sela kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokumen yang dilayangkan ke Komisi Pemilihan Federal (FEC) menunjukkan bahwa politikus Demokrat dari Michigan itu mendirikan leadership PAC (komite aksi politik) baru, yang terpisah dari tim kampanyenya.

Dokumen itu juga menunjukkan Habibi PAC dirancang untuk menggalang dana bagi sekutu-sekutu politiknya.

Nama komite tersebut diambil dari kata bahasa Arab "Habibi" yang merupakan bentuk maskulin untuk memanggil orang yang terkasih atau tersayang.

[Gambas:Video CNN]

Habibi berarti "kekasihku" atau "orang yang kusayangi". Istilah itu menjadi ungkapan yang akrab selama kampanye El Sayed dan di kalangan para pendukungnya.

El Sayed juga menggunakan istilah tersebut untuk menyindir Wakil Presiden AS JD Vance dalam pidato kemenangannya.

Selama masa kampanye pemilu sela, baik JD Vance dan Presiden Donald Trump terus berupaya menjatuhkan El Sayed dengan menyerang identitasnya sebagai seorang Muslim, ideologinya yang menjunjung sosialisme demokratis. 

Trump bahkan menuduhnya sebagai teroris sekaligus menyangkut pautkan dengan organisasi Ikhwanul Muslimin yang dicap AS organisasi teroris.

"JD, habibi," katanya, sebelum menyoroti ironi bahwa secara konstitusional Vance nantinya diwajibkan untuk melantik dirinya pada Januari 2027.

El Sayed, yang secara terbuka berkampanye dengan menonjolkan identitas Muslimnya, berulang kali menghadapi serangan terkait agamanya, termasuk dari Presiden Donald Trump yang menyebutnya sebagai seorang "jihadis".

Sementara itu, rivalnya di pemilihan Senat Michigan kemarin dari Partai Republik Mike Rogers, juga berupaya mengaitkannya dengan kelompok-kelompok ekstremis, meskipun tidak ada hubungan yang terbukti.

Dengan kemenangan El Sayed di pemilihan Senat kemarin, dokter keturunan Mesir berusia 46 tahun itu menjadi Muslim pertama menang kursi Senator AS.

(rds)

Baca Artikel Selengkapnya