EKSKLUSIF: Wamenlu RI Sebut BOP tak Mungkin Dilanjutkan

14 jam yang lalu 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta menolak gagasan Board of Peace (BOP) sebagai inisiatif diplomatik pascagenosida Gaza oleh Presiden AS Donald Trump kian tak relevan. Sementara potensi perluasan normalisasi Israel dengan berbagai negara termasuk Indonesia juga berantakan. 

Di tengah memanasnya konflik kawasan, perang Iran-Israel, dan belum adanya arah penyelesaian yang jelas bagi Palestina, Anis Matta menilai pembicaraan mengenai BOP maupun pengiriman pasukan penjaga perdamaian atau International Stabilization Force (ISF) tak memungkinkan.

BOP merupakan inisiatif Trump menghimpun kepala-kepala negara untuk menangani Gaza selesai agresi Israel. Indonesia bersama belasan negara Muslim, juga Israel masuk dalam keanggotaannya. Bergabungnya Indonesia dalam kumpulan itu mendapat penolakan meluas si Tanah Air.

Dalam wawancara khusus dengan Republika di Jakarta, Senin (8/6/2026), Anis menggambarkan bahwa kawasan Timur Tengah saat ini sedang berada di persimpangan tiga kemungkinan skenario. Pertama, tercapainya perdamaian melalui proses negosiasi. Kedua, pecahnya perang yang lebih luas. Ketiga, kondisi "no peace, no war" atau status quo yang ditandai ketegangan berkepanjangan tanpa kesepakatan politik.

Menurut dia, justru skenario kedua dan ketiga yang saat ini paling terlihat di lapangan. "Sudah benar sikap pemerintah untuk menunda semua perbincangan tentang BOP. Karena kondisi di lapangan tidak memungkinkan itu dilakukan," kata Anis.

Penundaan tersebut, lanjutnya, tidak hanya berlaku bagi BOP, tetapi juga seluruh paket kebijakan yang terkait dengannya, termasuk kemungkinan pengiriman ISF.

"Termasuk itu semua. Itu kan satu paket semuanya. BOP, ISF ini kan satu paket semuanya. Jadi saya kira ini ditunda," ujarnya.

Anis juga menilai terlalu dini membicarakan implementasi gagasan perdamaian AS-Iran ketika bahkan proses negosiasi yang menjadi dasar penyelesaiannya belum benar-benar dimulai. Menurut dia, perkembangan yang terjadi saat ini baru sebatas upaya menyusun memorandum of understanding (MoU) untuk memulai perundingan.

"Belum perundingannya. Baru MoU untuk berunding. MoU-nya pun belum disepakati. Jadi tidak ada settlement sampai sekarang," katanya. “Karena itu saya membayangkan bahwa ide BOP ini dan ISF menurut saya tidak mungkin dilaksanakan saat ini.”

Runtuhnya Landasan Moral Israel

Baca Artikel Selengkapnya