Dubes: Uni Eropa dukung upaya damai Ukraina sesuai Piagam PBB

1 bulan yang lalu 19

Jakarta (ANTARA) - Ukraina siap menuju perdamaian dan Uni Eropa (UE) mendukung setiap upaya kredibel yang sejalan dengan Piagam PBB, kata Duta Besar UE untuk Indonesia Denis Chaibi, Senin (23/2).

"Perdamaian harus adil dan langgeng. Ini sangat penting bagi Uni Eropa, dan inilah sikap kami terhadap Ukraina secara politik, ekonomi, militer, dan diplomatik," kata Chaibi di Jakarta.

Ia menyampaikan hal itu dalam pembukaan pameran foto "Four Years of Resilience" yang digelar Kedutaan Besar Ukraina pada 23–27 Februari di Dialogue Kemang, Jakarta.

Menurut Chaibi, pameran tersebut tidak hanya menggambarkan perang, tetapi juga risiko yang dapat dihadapi semua negara, termasuk UE dan Indonesia.

Ia menegaskan bahwa komitmen internasional terhadap perdamaian dan keadilan di Palestina juga harus berlaku bagi Ukraina, sebagai bagian dari perlindungan warga sipil dan penegakan hukum internasional.

Kuasa Usaha Ad Interim Ukraina Yevhenia Shynkarenko mengatakan negaranya memperjuangkan kedaulatan dan kebebasan navigasi di Laut Hitam serta wilayah yang diakui hukum internasional.

"Saat ini, stabilitas global bergantung pada apakah prinsip-prinsip ini dipertahankan. Ukraina memiliki ketahanan. Ukraina memilih keadilan. Kami memilih perdamaian yang berakar pada hukum," ujarnya.

Ia menegaskan kedaulatan dan integritas teritorial tidak dapat dinegosiasikan.

"Tidak ada imbalan ketika warga sipil dirugikan atau dibunuh. Kedaulatan harus tanpa syarat. Hukum internasional harus diutamakan daripada kekerasan. Agresi tidak boleh diberi penghargaan," katanya.

Shynkarenko menyebut empat tahun terakhir menunjukkan Ukraina tidak terisolasi, melainkan mendapat dukungan luas.

Ukraina memperingati empat tahun invasi Rusia yang dimulai pada 24 Februari 2022.

Baca juga: Dubes: Kerja sama ekonomi RI-Ukraina terus meningkat meski ada perang
Baca juga: Dubes Ukraina: 'Diplomasi di masa perang jauh lebih menantang'

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya