Jakarta (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Kolombia Tatang Razak berpartisipasi sebagai pengamat internasional dalam pemantauan putaran kedua pemilihan presiden Kolombia atas undangan otoritas pemilu negara tersebut.
Menurut siaran pers Kedutaan Besar RI (KBRI) di Bogota yang diterima Senin (22/6), Tatang menjadi satu-satunya pengamat dari Asia yang diundang secara resmi oleh Consejo Nacional Electoral (CNE) Kolombia bersama pengamat dari 20 lebih negara.
Pemantauan dilakukan di sejumlah lokasi pemungutan suara, termasuk di Medellin pada putaran pertama dan Bogota pada putaran kedua.
Proses pemungutan suara ditutup pada Sabtu waktu setempat di tengah kekhawatiran potensi kerusuhan akibat polarisasi politik.
Namun, pelaksanaan pemilu berlangsung lancar tanpa insiden serius meski sebelumnya diwarnai kekerasan terhadap jurnalis dan sejumlah kandidat.
Setelah pemungutan suara ditutup pada pukul 16.00 waktu setempat, para pengamat internasional mengikuti proses penghitungan suara di pusat komando pemilu.
Berdasarkan hasil penghitungan cepat terhadap seluruh suara yang masuk, kandidat kubu kanan Abelardo de la Espriella unggul sementara dengan perolehan 12.950.642 suara atau 49,65 persen.
Sementara itu, kandidat kubu kiri Ivan Cepeda yang didukung Presiden Gustavo Petro memperoleh 12.702.592 suara atau 48,70 persen.
Komisi Pemilihan Umum Kolombia dijadwalkan mengumumkan hasil resmi pemilu dalam waktu sepekan.
Baca juga: De la Espriella menang sementara putaran kedua pilpres Kolombia
Baca juga: Gustavo Petro minta Trump tak campuri kampanye pemilu Kolombia
Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·