Dubes: Kemitraan RI-Turkiye harus bawa solusi kemerdekaan Palestina

1 jam yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - Kemitraan antara Indonesia dan Turkiye harus memberi jawaban bagi perjuangan kemerdekaan Palestina serta berbagai masalah dunia lainnya, kata Duta Besar Indonesia untuk Turkiye Achmad Rizal Purnama.

“Dunia saat ini dalam kondisi yang tidak baik. Kemitraan Indonesia-Turkiye harus dapat menjadi jawaban bagi penyembuhan masalah dunia termasuk Kemerdekaan Palestina,” ucap Dubes Rizal dalam agenda “Partnership Day Indonesia-Turkiye” 2026 yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-81 RI oleh KBRI Ankara di Wisma Duta Ankara, Senin (17/8).

Menurut keterangan tertulis KBRI Ankara yang dikonfirmasi Rabu, Dubes RI untuk Turkiye menyampaikan bahwa kemitraan Indonesia dan Turkiye yang sudah berjalan amat baik saat ini tak boleh hanya menguntungkan kedua negara, tetapi harus dapat mengatasi tantangan kemanusiaan yang dihadapi dunia saat ini.

Ia pun menegaskan bahwa penderitaan rakyat Palestina tidak boleh dan tidak seharusnya menjadi kenormalan baru. Kemanusiaan harus ditempatkan di atas kepentingan politik, tegasnya.

“Turkiye dan Indonesia, dua negara, satu visi bersama, satu tanggung jawab bersama, dan memiliki masa depan bersama,” kata dia.

Terkait kemitraan bilateral Indonesia-Turkiye, Rizal menyampaikan bahwa berbagai perkembangan positif telah dicatatkan dari sektor pertahanan dan industri pertahanan, investasi, hingga energi.

“Partnership Day Indonesia-Turkiye” juga memiliki makna transformasi hubungan historis kedua negara menjadi kemitraan yang semakin konkret dan berorientasi ke masa depan serta berkontribusi bagi perdamaian dunia dan kemanusiaan.

Lebih lanjut, Menteri Pertahanan Nasional Turkiye Yasar Guler, sebagai tamu kehormatan dalam agenda tersebut, menyampaikan bahwa hubungan Indonesia-Turkiye adalah hubungan yang istimewa dan dekat.

“Indonesia selalu memiliki tempat yang istimewa di hati Turkiye. Saya sepenuhnya percaya hubungan kedua negara akan menuju ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Guler.

Menhan Turkiye juga menegaskan komitmen pihaknya memastikan kemitraan di sektor pertahanan yang peluangnya amat terbuka lebar bagi Indonesia akan dijalankan dengan prinsip saling menguntungkan atau “win-win”.

Senada, Kepala Direktorat Industri Pertahanan Turkiye Prof. Dr. Haluk Gorgun, menyampaikan harapan agar kemitraan strategis kedua negara, khususnya pada sektor industri pertahanan, dapat berkembang semakin kuat.

Ia pula menyoroti peran besar Presiden RI Prabowo Subianto, Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin, dan Dubes Rizal dalam memastikan kemajuan kerja sama industri pertahanan RI-Turkiye, khususnya terkait proyek jet tempur bersama KAAN.

Baca juga: PBB desak perlindungan sipil di wilayah Palestina

Baca juga: Indonesia dan tujuh negara tuduh Israel hambat rencana perdamaian Gaza

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya