CIER: Indonesia jadi pasar menarik bagi perusahaan Taiwan

1 jam yang lalu 1

Taipei (ANTARA) - Besarnya pasar ASEAN dan posisi strategis Indonesia di kawasan menjadi salah satu pertimbangan perusahaan Taiwan untuk memperluas bisnis, menurut lembaga pemikir independen di Taiwan, Chung-Hua Institution for Economic Research (CIER), Rabu.

“Pasar selalu penting bagi pengusaha dan investor Taiwan. Semua orang tahu bahwa skala pasar di Taiwan cukup kecil. Jadi, setiap pengusaha atau wirausahawan yang kompetitif di Taiwan akan berusaha masuk ke pasar internasional,” kata Assistant Research Fellow Regional Development Study Center CIER Yu-Yin Wu di Taipei.

Dalam diskusi dengan delegasi media dalam kerangka New Southbound Policy Taiwan, Wu mengatakan ukuran pasar domestik Taiwan relatif kecil sehingga perusahaan Taiwan berupaya mencari peluang di pasar internasional, termasuk kawasan ASEAN yang memiliki pasar besar.

Menurut dia, Indonesia menjadi salah satu negara yang dipertimbangkan perusahaan Taiwan ketika melakukan ekspansi bisnis di kawasan ASEAN, bersama Malaysia dan Filipina.

Selain pasar, Wu menuturkan sumber daya manusia menjadi pertimbangan penting bagi perusahaan Taiwan dalam mengelola bisnis di negara lain, termasuk Indonesia.

Menurut dia, mahasiswa asal Indonesia, Malaysia, dan Filipina yang menempuh pendidikan di Taiwan dapat menjadi sumber daya manusia bagi perusahaan Taiwan setelah menyelesaikan pendidikan.

"Mereka dapat dilatih oleh perusahaan Taiwan setelah lulus dan kemudian membantu mengelola bisnis perusahaan di negara lain yang memungkinkan,” ujar Wu.

Wu juga melihat peluang kerja sama Taiwan-Indonesia di sektor pangan, termasuk produk yang berkaitan dengan bahan kesehatan seperti vitamin.

Sementara itu, Assistant Executive Director Center for International Trade Policy CIER Yu-Hsiang Wang mengatakan terdapat sejumlah peluang kerja sama Taiwan-Indonesia, antara lain di sektor energi, jaringan listrik, komponen otomotif, dan produk pangan.

Wang menuturkan perusahaan Taiwan menghadapi tantangan dari pemasok hulu dalam menentukan lokasi investasi, terutama terkait standar perlindungan lingkungan dan ketenagakerjaan.

Menurut Wang, perusahaan Taiwan akan mengevaluasi negara-negara tujuan dalam kerangka New Southbound Policy secara keseluruhan untuk menentukan lokasi yang paling sesuai bagi kegiatan bisnis mereka.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, total perdagangan Indonesia dengan Taiwan mencapai 3,10 miliar dolar AS pada Januari-April 2026.

Nilai tersebut terdiri atas ekspor Indonesia ke Taiwan sebesar 1,59 miliar dolar AS dan impor dari Taiwan sebesar 1,51 miliar dolar AS.

Dengan demikian, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar 80 juta dolar AS.

Kementerian Perdagangan mengatakan produk pangan Indonesia membukukan potensi transaksi sebesar 5 juta dolar AS atau setara Rp89,5 miliar melalui kehadiran Paviliun Indonesia pada ajang Food Taipei Mega Show 2026 di Taiwan.

Chung-Hua Institution for Economic Research (CIER) merupakan lembaga pemikir ekonomi independen yang berbasis di Taiwan dan bergerak di bidang penelitian ekonomi dan industri.

Baca juga: Taiwan perkuat wisata ramah muslim untuk gaet wisatawan RI

Baca juga: KKP sebut produk olahan lele marinasi Indonesia tembus pasar Taiwan

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya