Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mendorong upaya bersama negara-negara anggota D8 untuk mengatasi hambatan perdagangan, termasuk melalui pengurangan tarif.
"Jika mereka mengurangi tarif antar negara, ancaman tarif apa pun yang datang dari luar, dari AS atau negara lain yang ingin menimbulkan masalah bagi perdagangan dan investasi internasional, tidak akan berhasil," kata Dubes Boroujerdi dalam wawancara khusus dengan Kantor Berita ANTARA, Jakarta, Jumat.
Dia menyatakan bahwa kebijakan sejumlah negara untuk mendorong lebih banyak tarif terhadap negara lain, termasuk terhadap negara-negara berkembang, bukanlah kebijakan yang mengikat.
Untuk itu, jika negara-negara seperti kelompok D8 memutuskan untuk bekerja sama satu sama lain, mereka dapat menggunakan banyak cara, baik cara tarif maupun non-tarif, untuk mempermudah dan memformalkan kerja sama di antara mereka.
Contohnya, kata dia, adalah pengurangan tarif di antara negara-negara anggota, sehingga ancaman tarif apa pun yang datang dari luar tidak akan berhasil karena mereka telah memiliki kerja samanya sendiri secara domestik dan internal di dalam kelompok itu.
"Jadi, hal itu memungkinkan mereka untuk saling bekerja sama tanpa rasa takut akan kemungkinan ancaman tarif maupun hambatan non-tarif lainnya dari luar," kata Boroujerdi.
Pernyataan itu dia sampaikan menjelang KTT D8, di mana Indonesia, yang menjadi tuan rumah KTT D8 tahun ini, akan menyambut kehadiran para pemimpin dari negara-negara anggota, yaitu Iran, Turki, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, Mesir, Nigeria, dan Azerbaijan, dalam pertemuan puncak yang akan diselenggarakan pada April.
Di tengah dinamika global yang terjadi saat ini, keketuaan Indonesia mengusung tema "Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama," yang mendorong adaptasi terhadap dinamika ekonomi global, inklusifitas, dan ketahanan.
Terkait keketuaan Indonesia tersebut, Dubes Boroujerdi percaya bahwa Indonesia sangat kooperatif dan peduli terhadap solidaritas dan kerja sama dengan negara lain.
Oleh karena itu, dia yakin kepresidenan Indonesia di dalam kelompok kerja sama ekonomi D8 akan membantu organisasi tersebut dalam mengelola dan meningkatkan kerja sama di antara negara anggota, termasuk di bidang perdagangan dan investasi, menjadi jauh lebih baik lagi.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·