Doa Sayyidina Abbas Saat Kemarau Panjang Langsung Dikabul

5 jam yang lalu 2

Jakarta, NU Online

Indonesia saat ini tengah memasuki musim kemarau yang diprediksi bakal panjang. Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hari tanpa hujan akan berlangsung hingga dua bulan ke depan di hampir seribu titik di Indonesia. Musim kemarau panjang tentu membawa dampak terhadap kesehatan hingga kelangkaan air sebagai sumber kehidupan.


Sebagai umat Islam, selain ikhtiar dengan usaha agar kehidupan tetap terjaga, perlu juga dilakukan doa Bersama. Dalam hal ini, ada doa khusus yang dipanjatkan Sayyidina Abbas ra, paman Nabi Muhammad saw. Doa ini dapat dipanjatkan usai shalat istisqa atau shalat yang khusus dilakukan dalam rangka memohon hujan.


"Benar saja, tidak berapa lama, Allah menurunkan air hujan kepada mereka," tulis Ustadz H Alhafiz Kurniawan, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU), mengenai panjatan doa Sayyidina Abbas ra atas permintaan Sayydina Umar bin Khattab selaku Amirul muminin, dalam artikelnya yang berjudul Ini Doa Manjur Sahabat Abbas RA saat Kemarau Panjang, pada Jumat (24/7/2026).


Saat itu, jelasnya, memang tengah terjadi kemarau panjang hingga Sembilan bulan dan masyarakat tidak tahan. Hal demikian pun membuat mereka melaporkannya kepada Sayyidina Umar bin Khattab. Ia pun mengambil keputusan untuk meminta doa secara khusus kepada Sayyidina Abbas ra.


"Amirul Mukminin Sayyidina Umar lalu mendatangi Sayyidina Abbas RA untuk berdoa kepada Allah," tulis Ustadz Alhafiz.


Adapun doa yang dimaksud termaktub dalam kitab Ibanatul Ahkam yang ditulis Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki sebagai berikut.


اَللَّهُمَّ إِنَّهُ لَمْ يُنْزَلْ بَلَاءٌ إِلَّا بِذَنْبٍ وَلَمْ يُرْفَعْ إِلَّا بِتَوْبَةٍ وَهَذِهِ أَيْدِيْنَا إِلَيْكَ بِالذُّنُوْبِ وَنَوَاصِيْنَا إِلَيْكَ بِالتَّوْبَةِ فَاسْقِنَا الغَيْثَ


Allāhumma innahū lam yunzal balā’un illā bi dzanbin, wa lam yurfa‘ illā bi taubatin. Wa hādzihī aydīnā ilaika bid dzunūb. Wa nawāshīnā ilaika bit taubah. Fasqinal gaytsa.


Artinya, “Ya Allah, sungguh bala tidak diturunkan kecuali karena dosa dan ia tidak diangkat kecuali karena tobat. Ini tangan kami berlumur dosa menyerah kepada-Mu dan ini kepala kami bertobat menghadap-Mu. Oleh karena itu, turunkan hujan untuk kami.”


Dalam Riwayat lain, doa istisqa Sayyidina Abbas RA adalah sebagai berikut.


اَللَّهُمَّ إِنَّهُ لَمْ يُنْزَلْ بَلَاءٌ إِلَّا بِذَنْبٍ وَلَمْ يُكْشَفْ إِلَّا بِتَوْبَةٍ، وَقَدْ تَوَجَّهَ القَوْمُ بِيْ إِلَيْكَ لِمَكَانِيْ مِنْ نَبِيِّكَ، وَهَذِهِ أَيْدِيْنَا إِلَيْكَ بِالذُّنُوْبِ وَنَوَاصِيْنَا إِلَيْكَ بِالتَّوْبَةِ فَاسْقِنَا الغَيْثَ 


Allāhumma innahū lam yunzal balā’un illā bi dzanbin, wa lam yuksyaf illā bi taubatin. Wa qad tawajjahal qawmu bī ilaika li makānī min nabiyyika. Wa hādzihī aydīnā ilaika bid dzunūb. Wa nawāshīnā ilaika bit taubah. Fasqinal gaytsa.


Artinya, “Ya Allah, sungguh bala tidak diturunkan kecuali karena dosa dan ia tidak diangkat kecuali karena tobat. Umat ini tengah menghadap kepada-Mu melaluiku karena kedudukanku di sisi nabi-Mu (Nabi Muhammad SAW). Ini tangan kami berlumur dosa menyerah kepada-Mu dan ini kepala kami bertobat menghadap-Mu. Oleh karena itu, turunkan hujan untuk kami.”


Tidak hanya itu, Sayyidina Umar bin Khattab juga pernah memanjatkan doa dengan bertawasul melalui Sayyidina Abbas RA untuk mengatasi bencana kekeringan dan kemarau panjang yang membuat pasokan air berkurang. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari berikut.


اَللَّهُمَّ إِنَّا كُنَّا نَسْتَسْقِي إِلَيْكَ بِنَبِيِّنَا فَتَسْقِينَا، وَإِنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِعَمِّ نَبِيِّنَا فَاسْقِنَا، 


‘Allāhumma innā kunnā nastaqī ilaika bi nabiyyinā, fa tasqīnā. Wa innā natawassalu ilaika bi ‘ammi nabiyyinā, fasqinā.


Artinya, "Ya Allah. Sesungguhnya kami memohon hujan kepada-Mu dengan berkah Nabi kami, maka Engkau menurunkan hujan kepada kami. Dan kami bertawassul kepada-Mu melalui Paman Nabi kami (Sayyidina Abbas ra), maka turunkanlah hujan kepada kami."


Atas berkah tawassul melalui paman Nabi tersebut, yakni Sayyidina Abbas ra, hujan pun turun.


"Ini menjadi dalil atas (anjuran) permohonan syafaat terhadap orang baik, orang saleh, dan ahlul bait; keutamaan dan kemuliaan derajat Sayyidina Abbas di sisi Allah melalui ijabah doa, dan keutamaan Sayyidina Umar RA atas ketawadhuannya terhadap Sayyidina Abbas RA," tulis Ustadz Alhafiz.

Baca Artikel Selengkapnya