Ditekan AS, Produsen Chip China Malah Melonjak 531 Persen

2 jam yang lalu 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Saham produsen chip memori terbesar China, ChangXin Memory Technologies atau CXMT, melonjak 531,06 persen pada debutnya di Bursa Efek Shanghai, Senin (27/7/2026). Lonjakan itu terjadi ketika perusahaan-perusahaan semikonduktor China masih menghadapi pembatasan akses terhadap teknologi dan peralatan produksi chip canggih yang dipimpin Amerika Serikat.

Saham CXMT mengakhiri sesi perdagangan pagi pada harga 54,65 yuan atau sekitar 8,05 dolar AS per saham. Harga tersebut meningkat lebih dari enam kali lipat dibandingkan harga penawaran perdana sebesar 8,66 yuan per saham.

Pada pembukaan perdagangan, saham CXMT langsung melesat sekitar 471,6 persen menjadi 49,50 yuan. Kenaikan berlanjut hingga 531,06 persen pada akhir sesi pagi, dengan nilai transaksi mencapai 122,1 miliar yuan. CXMT menjadi saham kelas A pertama yang mencatat nilai transaksi harian lebih dari 100 miliar yuan.

Reli tersebut mengangkat kapitalisasi pasar CXMT menjadi sekitar 3,65 triliun yuan atau 539,21 miliar dolar AS. Reuters melaporkan, valuasi tersebut membuat CXMT menyalip Industrial and Commercial Bank of China dan menjadi perusahaan paling bernilai yang tercatat di bursa China daratan.

Lompatan itu menghadirkan paradoks dalam persaingan teknologi China-Amerika. Washington berusaha memperlambat kemampuan China memproduksi semikonduktor mutakhir dengan membatasi akses terhadap perangkat manufaktur dan chip berkemampuan tinggi. Namun, di pasar modal domestik, tekanan tersebut justru ikut memperbesar nilai strategis perusahaan seperti CXMT di mata investor.

CXMT dipandang sebagai salah satu tulang punggung ambisi Beijing membangun rantai pasok semikonduktor yang tidak bergantung pada perusahaan asing. Chip memori yang diproduksinya digunakan pada server kecerdasan buatan, telepon pintar, komputer pribadi, kendaraan, dan berbagai perangkat elektronik.

Namun, reli saham tersebut tidak serta-merta membuktikan pembatasan teknologi AS telah gagal. Kenaikan yang sangat tajam juga dipengaruhi kecilnya jumlah saham yang dapat diperdagangkan pada hari pertama.

Reuters mencatat hanya sekitar 6,73 persen dari jumlah saham CXMT setelah IPO yang bebas diperdagangkan. Sebagian besar saham lainnya masih terkunci. Terbatasnya pasokan saham di pasar dapat memperbesar pergerakan harga ketika permintaan investor melonjak.

Kekhawatiran Gelembung Harga

Kenaikan lebih dari 500 persen dalam hitungan jam segera memunculkan kekhawatiran mengenai valuasi yang terlalu tinggi.

Manajer investasi Shenzhen Deyuan Investment, Wu Zhou, mengatakan kepada Reuters bahwa ia menjual seluruh saham CXMT yang diperolehnya melalui IPO setelah perdagangan dimulai. Ia menilai harga saham tersebut sudah terlalu tinggi untuk dipertahankan atau dibeli kembali.

Manajer dana lindung nilai Trinity Synergy Investments, Yuan Yuwei, juga memperingatkan adanya unsur spekulasi. Menurut dia, sulit memastikan apakah optimisme pasar terhadap CXMT dapat bertahan dalam jangka panjang.

sumber : Xinhua

Baca Artikel Selengkapnya