Jakarta, CNN Indonesia --
Kelompok anggota Parlemen Inggris dari lintas partai meminta London untuk segera melarang dan menyetop tayangan kartun asal Rusia, Masha and the Bear.
Sejumlah anggota Parlemen itu telah menulis surat kepada para menteri Inggris, mendesak mereka untuk memeriksa apakah pemerintah dapat menghentikan penayangan Masha and the Bear di negara itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka beralasan bahwa itu sama dengan bentuk propaganda Rusia meski tayangan kartun tersebut terlihat menggemaskan, dikutip dari the Guardian.
Masha and the Bear yang secara luwes didasarkan pada cerita rakyat lisan tradisional Rusia, merupakan salah satu acara paling populer sepanjang masa di YouTube.
Salah satu episodenya yang berdurasi tujuh menit, Recipe for Disaster, telah ditonton lebih dari 4,6 miliar kali di situs tersebut.
Serial tersebut baru-baru ini dipesan ulang untuk Netflix dan tersedia di platform digital ITV, ITVX.
Namun, acara tersebut dinilai oleh sebuah badan yang didukung negara Ukraina dan menteri luar negeri Estonia sebagai bentuk "soft power" Rusia.
Sekelompok anggota parlemen dari Partai Liberal Demokrat, Partai Buruh, Partai Konservatif, Partai Hijau, SNP, dan Plaid Cymru pun telah menulis surat kepada Menteri Kebudayaan, Lisa Nandy, meminta intervensi agar tayangan itu dilarang di Inggris.
Surat itu dikirim melalui supervisi anggota parlemen Partai Liberal Demokrat Tom Gordon dan ditandatangani oleh lebih dari 50 anggota parlemen lainnya.
Disebutkan dalam surat itu bahwa beberapa tingkah laku Masha yang berusia empat tahun sama dengan "konten propaganda" yang "tidak halus".
Di antara yang menjadi sorotan parlemen Inggris adalah pakaian Masha yang menggunakan topi tank dan seragam era Uni Soviet pada salah satu episodenya.
Anggota parlemen juga mengamati bahwa topi yang dikenakan Masha pada episode lain tampak seperti topi polisi era Uni Soviet penjaga perbatasan yang dikaitkan polisi rahasia Soviet, NKVD.
Mereka mengatakan bahwa badan tersebut "bertanggung jawab atas deportasi massal, eksekusi, dan penganiayaan terhadap puluhan juta orang."
Mereka mengatakan bahwa gambar itu juga digunakan di akun X berbahasa Inggris milik studio film tersebut, Animaccord, sebuah studio animasi Rusia yang berkantor pusat di Siprus.
Unggahan tersebut menampilkan keterangan: "Seorang gadis tentara sungguhan dengan jaring kupu-kupu! 'Hore, aku sekarang di tentara!'"
Para anggota parlemen mengatakan bahwa ini "secara aktif menormalisasi ikonografi militer Soviet untuk penonton global kalangan anak-anak muda".
Para anggota parlemen menulis: "Kami menulis untuk menuntut tindakan pemerintah yang mendesak menyusul pengumuman Netflix bahwa mereka telah mengakuisisi dua musim baru dari serial animasi Rusia Masha and the Bear dan memperpanjang perjanjian lisensinya untuk musim dan spin-off yang sudah ada di lebih dari 100 negara.
"Konten ini juga ditayangkan di Inggris Raya di ITVX. Anak-anak Inggris menjangkaunya melalui platform streaming global utama dan penyiar domestik terkemuka dan kami percaya ini tidak dapat diterima," demikian tertulis dalam surat tersebut.
(blq/bac)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·