Demokrat Rebut Mayoritas DPR Amerika Serikat, Peluang Kuasai Senat Terbuka

1 jam yang lalu 1

Jakarta, NU Online

Partai Demokrat berhasil merebut mayoritas kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat dalam pemilihan paruh waktu atau midterm elections yang berlangsung, Selasa (3/11/2026). Kemenangan tersebut diproyeksikan menjadi pukulan bagi Partai Republik sekaligus bentuk penolakan publik terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump.


Hasil ini memberi partai oposisi kewenangan untuk menghambat agenda legislasi Trump serta membuka penyelidikan terhadap kebijakan dan kinerja pemerintahannya selama dua tahun terakhir masa jabatan.


Selain merebut DPR, Demokrat juga berpeluang mengambil alih kendali Senat. Sejumlah hasil pemilihan menunjukkan partai tersebut berhasil merebut dua kursi yang sebelumnya dikuasai Republik. Namun, persaingan untuk menentukan mayoritas di majelis tinggi itu masih berlangsung.


Mengutip data sementara Al Jazeera dalam pemantauan hasil pemilu paruh waktu Amerika Serikat 2026, Partai Demokrat unggul dalam perebutan kursi DPR. Hingga pembaruan tersebut, Demokrat telah mengamankan 203 kursi, sedangkan Partai Republik memperoleh 124 kursi. Sebanyak 52 kandidat Demokrat dan 49 kandidat Republik masih memimpin dalam penghitungan di daerah pemilihan masing-masing. Sementara itu, hasil dari enam daerah pemilihan lainnya belum dipastikan. Untuk menguasai mayoritas DPR, sebuah partai membutuhkan sedikitnya 218 kursi. Berdasarkan jumlah kursi yang telah dipastikan, Demokrat membutuhkan tambahan 15 kursi, sedangkan Republik masih memerlukan 94 kursi. 


Di Senat, Demokrat telah dinyatakan memenangi mayoritas dengan perolehan 53 kursi, berbanding 41 kursi milik Republik. Angka tersebut mencakup 34 kursi yang tidak diperebutkan pada pemilu kali ini dan berpihak kepada Demokrat, serta 31 kursi yang berpihak kepada Republik.


Pemilu paruh waktu kali ini menjadi evaluasi nasional terhadap periode kedua pemerintahan Trump. Ketidakpuasan masyarakat terhadap tingginya biaya hidup, kebijakan tarif, serta keterlibatan Amerika Serikat dalam perang melawan Iran menjadi sejumlah faktor yang membebani Partai Republik.


Konflik dengan Iran turut memicu kenaikan harga bahan bakar di Amerika Serikat. Kondisi tersebut berlangsung ketika tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Trump berada di titik terendah.


Salah satu kejutan dalam pemilihan ini terjadi di South Carolina. Dikutip dari TRT World, Kandidat Demokrat, Annie Andrews, seorang dokter anak, diproyeksikan mengalahkan Darline Graham. Graham sebelumnya mendapat dukungan Trump dan ditunjuk untuk menggantikan saudaranya, Lindsey Graham, senator senior Partai Republik yang meninggal pada Juli lalu.


Kemenangan Andrews menjadi catatan penting bagi Demokrat. Partai tersebut belum pernah memenangkan pemilihan Senat di South Carolina, negara bagian yang dikenal sebagai basis kuat Partai Republik di wilayah selatan Amerika Serikat, sejak 1998.


Demokrat juga berhasil merebut kursi Senat di North Carolina. Mantan gubernur negara bagian itu, Roy Cooper, mengalahkan kandidat yang mendapat dukungan langsung dari Trump.


Di sisi lain, Demokrat mempertahankan sejumlah kursi penting. Jon Ossoff kembali terpilih sebagai senator dari Georgia, sementara Chris Pappas berhasil memperoleh kursi Senat dari New Hampshire.

Baca Artikel Selengkapnya