Defisit anggaran RAPBN 2027 sebesar 2,4 persen peningkatan signifikan

1 bulan yang lalu 27

Jakarta (ANTARA) - Senior Economist DBS Group Research Radhika Rao mengatakan, defisit anggaran dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran (TA) 2027 yang ditetapkan sebesar Rp671,2 triliun atau 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) oleh pemerintah merupakan peningkatan (improvement) yang signifikan.

Radhika Rao mengatakan terkait parameter RAPBN tahun 2027 yang telah ditetapkan, dirinya menilai kerangka yang dibuat pemerintah memiliki tujuan yang sangat jelas.

"Target pemerintah yang mendekati 2,4 persen menunjukkan dua hal. Pertama, ada improvement signifikan dibandingkan tahun ini, secara arah menunjukkan bahwa konsolidasi fiskal akan dianggap penting dan ambang batas akan dikelola," kata Radhika di Jakarta, Kamis.

Hal kedua, lanjutnya, secara otomatis memberikan sinyal bahwa mereka akan mengawasi pengeluaran atau belanja. Kementerian Keuangan memberi sinyal berfokus pada langkah efisiensi dan memaksimalkan jangkauan dengan alokasi dana secara bertahap.

Baca juga: Menkeu laporkan APBN cetak defisit 0,7 persen per Mei 2026

Sebagai informasi, Pemerintah menargetkan perekonomian Indonesia tumbuh 6,0 persen pada tahun 2027 melalui RAPBN yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi, mendorong pertumbuhan, dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Target tersebut disusun dengan mempertimbangkan kinerja ekonomi nasional yang tetap kuat pada 2026, di tengah dinamika dan ketidakpastian global.

Defisit anggaran RAPBN TA 2027 ditetapkan sebesar Rp671,2 triliun atau 2,40 persen terhadap PDB. Kebijakan pembiayaan dilakukan secara hati-hati (prudent) melalui kombinasi pembiayaan utang dan non-utang dengan mempertimbangkan biaya, risiko, dan manfaat jangka panjang.

Baca juga: Ekonom tekankan efektivitas belanja negara dorong aktivitas ekonomi

Pembiayaan ditempuh melalui pendalaman pasar keuangan domestik, perluasan basis investor, diversifikasi penerbitan obligasi global, peningkatan fleksibilitas pengelolaan kas negara, serta pengembangan innovative financing, termasuk pembiayaan investasi, kerja sama Pemerintah dengan badan usaha, dan blended finance.

Dengan postur tersebut, RAPBN TA 2027 tetap dirancang ekspansif untuk memberikan dorongan terhadap perekonomian sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal. Pemerintah akan terus menjaga ketahanan ekonomi, mendorong pertumbuhan, dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat sejalan dengan tema “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat”.

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya