Jakarta (ANTARA) - Konglomerasi keuangan Bank DBS Indonesia menilai keberhasilan penerbitan Obligasi Ritel Infrastruktur (ORIS) dari entitas di bawah Kementerian Keuangan, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), senilai Rp150 miliar, mencerminkan kepercayaan investor sekaligus menandai prospek cerah sektor infrastruktur nasional.
President Director Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong, dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan kemitraan DBS dalam obligasi SMI itu merupakan solusi keuangan sekaligus dukungan terhadap pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
SMI merupakan special mission vehicle di bawah Kementerian Keuangan yang berfokus pada proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.
"(Kemitraan) ini menyediakan solusi keuangan yang komprehensif serta mencerminkan dedikasi dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui solusi pembiayaan yang inovatif," kata Lim.
Dalam penerbitan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Sarana Multi Infrastruktur Tahap II Tahun 2026, yang dipasarkan dengan nama Obligasi Ritel Infrastruktur, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia (DBSVI) bertindak sebagai salah satu penjamin emisi efek utama dan mengoordinasikan keseluruhan proses penerbitan obligasi, sementara PT Bank DBS Indonesia (DBSI) bertindak sebagai mitra pemasaran perantara pedagang efek (MPPE).
Menurut DBS, keberhasilan penerbitan obligasi tersebut menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap instrumen investasi pendapatan tetap, yang memiliki fundamental kuat dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan nasional.
Keberhasilan penawaran obligasi ritel SMI itu, menurut Lim, menjadi indikator positif terhadap prospek sektor infrastruktur nasional di tengah dinamika pasar keuangan yang masih berlangsung.
Sementara itu, Ad-interim President Director PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia Andreas Oen mengatakan tingginya minat investor terhadap obligasi tersebut menunjukkan kepercayaan pasar terhadap fundamental SMI serta potensi pertumbuhan sektor infrastruktur Indonesia dalam jangka panjang.
"Minat investor yang tinggi terhadap obligasi ini menegaskan kelayakan kredit PT SMI yang patut dicontoh sekaligus memperlihatkan prospek yang menjanjikan bagi sektor infrastruktur Indonesia," kata Andreas.
SMI menerbitkan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 yang dipasarkan dengan nama Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI (ORIS) pada akhir kuartal I 2026 lalu.
Instrumen tersebut memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo yang mencerminkan kualitas kredit tertinggi di pasar domestik.
Penerbitan obligasi ritel juga membuka kesempatan bagi investor individu untuk berpartisipasi dalam pembiayaan proyek-proyek infrastruktur nasional melalui instrumen investasi berpendapatan tetap.
Selain penerbitan obligasi ritel di pasar domestik, SMI juga menerbitkan obligasi global senilai 300 juta dolar AS dengan DBS Bank Ltd bertindak sebagai Sole Global Coordinator.
Obligasi tersebut memperoleh peringkat Baa2 dari Moody's dan BBB dari Fitch serta mendapat respons positif dari investor internasional.
Baca juga: PT SMI catat oversubscription 7,3 kali pada penerbitan obligasi global
Baca juga: SMI luncurkan Obligasi Ritel Infrastruktur, targetkan Rp300 miliar
Baca juga: Obligasi dan sukuk yang kian mudah diakses publik
Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·