Daftar Poin Kesepakatan Damai AS-Iran

1 jam yang lalu 1
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Draf kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memuat beberapa poin utama, mulai dari pembukaan aset miliaran dolar Teheran, pelonggaran sanksi minyak hingga pembukaan Selat Hormuz.

Kedua negara disebut telah mencapai kesepakatan secara lisan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

1. Pencairan aset Iran

Dalam draf yang diperoleh Reuters dari sejumlah sumber, AS disebut akan mulai membuka akses terhadap miliaran dolar aset Iran yang selama ini dibekukan. Selain itu, mereka juga akan memberikan pelonggaran terhadap sanksi ekspor minyak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai gantinya, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz yang sebelumnya ditutup pasca serangan AS dan Israel pada Februari lalu.

2. Nasib program nuklir Iran

Sementara itu, program nuklir Iran akan dibahas dalam masa negosiasi selama 60 hari. AS menginginkan pembongkaran program nuklir Iran serta pemusnahan cadangan uranium yang telah diperkaya tinggi.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan pihaknya ingin tetap mempertahankan uranium tersebut dalam bentuk yang telah diencerkan.

3. Pembukaan kembali Selat Hormuz

Lebih lanjut, rancangan nota kesepahaman yang sedang dibahas menyebut Iran akan membuka kembali Selat Hormuz dan AS menghentikan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Setelah itu, kedua negara akan melanjutkan negosiasi mengenai program nuklir Teheran yang menjadi alasan utama Washington melancarkan operasi militer di kawasan tersebut.

Seorang pejabat AS mengatakan kesepakatan ini memenuhi tujuan utama Presiden Donald Trump dan menempatkan proses negosiasi pada posisi yang sangat baik.

"Kesepakatan ini memenuhi tujuan utama Presiden Trump dan menempatkan negosiasi pada posisi yang sangat baik," katanya.

Pakistan disebut berperan sebagai mediator dalam perundingan tersebut.

4. Penandatanganan kesepakatan

Sumber Barat menyebut penandatanganan kesepakatan berpotensi dilakukan paling cepat pada Minggu (14/6) dengan Jenewa, Swiss, menjadi lokasi yang paling mungkin dipilih.

Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan kedua negara telah menyepakati rancangan teks perjanjian dan Washington berharap kesepakatan awal dapat ditandatangani dalam beberapa hari ke depan.

"Kedua pihak telah menyetujui teks tersebut dan kami memperkirakan kesepakatan awal dapat ditandatangani dalam beberapa hari mendatang," ujar pejabat AS yang enggan disebutkan namanya, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (13/6).

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi juga mengonfirmasi kemajuan perundingan tersebut. Meski masih ada kemungkinan perubahan dalam isi kesepakatan, ia menilai hasil sementara menunjukkan Iran keluar sebagai pihak yang lebih kuat.

"Iran adalah pemenang perang dengan AS," kata Araqchi dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran.

Meski terjadi kemajuan diplomatik yang signifikan, ketegangan militer masih terjadi. Reuters melaporkan pasukan AS menembak jatuh sejumlah drone bunuh diri Iran yang terbang menuju Selat Hormuz karena dinilai mengancam lalu lintas pelayaran komersial.

Komando Pusat AS (CENTCOM) kemudian memastikan jalur pelayaran di kawasan tersebut tetap terbuka.

Perkembangan menuju kesepakatan damai AS-Iran tersebut disambut positif pasar global. Harga minyak mentah Brent turun lebih dari 3 persen ke level terendah dalam hampir dua bulan terakhir, sementara bursa saham dunia menguat seiring meningkatnya harapan berakhirnya konflik di kawasan Teluk.

Meski demikian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan negaranya tidak akan menjadi bagian dari kesepakatan tersebut. Israel menyatakan tetap mempertahankan kebebasan bertindak terhadap ancaman yang dianggap membahayakan keamanan negaranya.

(lmy/end)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya