China Percepat J-36, Prototipe Kelima Muncul Saat AS Masih Mengejar F-47

2 jam yang lalu 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Foto dan rekaman terbaru yang beredar di internet diduga memperlihatkan badan uji kelima pesawat tempur generasi berikutnya buatan Chengdu Aircraft Corporation. Pesawat besar tanpa ekor yang secara tidak resmi disebut J-36 itu tampak membawa perubahan pada saluran masuk udara dan bagian pembuangan mesin, mengindikasikan program pengujiannya terus berkembang.

Army Recognition pada Jumat, 24 Juli 2026, melaporkan gambar tersebut mulai beredar sehari sebelumnya. Media pertahanan itu menilai pesawat yang terlihat kemungkinan merupakan prototipe kelima atau, lebih tepatnya, badan pesawat kelima yang diketahui terbang dalam program tersebut. Namun, pemerintah China, Tentara Pembebasan Rakyat, dan industri dirgantara China belum memberikan konfirmasi resmi.

Tanggal 23 Juli juga hanya menunjukkan waktu ketika gambar memasuki ruang publik, bukan tanggal pasti penerbangan dilakukan. Karena itu, laporan mengenai “prototipe kelima” belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah dikonfirmasi secara independen.

Kualitas rekaman yang terbatas membuat analis belum dapat memastikan apakah perbedaan bentuk pesawat berasal dari sudut kamera atau menunjukkan konfigurasi baru. Army Recognition menilai gambar tersebut tampaknya memperlihatkan saluran masuk udara tipe diverterless supersonic inlet atau DSI yang dipadukan dengan saluran pembuangan mesin tersembunyi seperti pada prototipe awal.

Perubahan itu penting karena saluran masuk dan pembuangan mesin memengaruhi sejumlah aspek sekaligus, mulai dari aliran udara, daya dorong, pengendalian pesawat, jejak panas, hingga kemampuan mengurangi pantulan radar. Penggunaan kombinasi berbeda pada sejumlah badan uji dapat menunjukkan Chengdu sedang membandingkan berbagai konfigurasi sebelum menetapkan desain akhir.

Namun, kemunculan pesawat baru tersebut belum membuktikan J-36 telah menyelesaikan tahap pengembangan atau memasuki produksi awal. Army Recognition menegaskan perubahan besar yang masih terlihat pada saluran udara dan pembuangan mesin justru menunjukkan proses pengembangan masih berjalan. Klaim yang beredar bahwa pesawat telah memasuki produksi awal dalam jumlah terbatas belum didukung bukti mengenai nomor produksi, standardisasi desain, ataupun penyerahan kepada satuan evaluasi militer.

Nama J-36 Belum Diumumkan Beijing

Pesawat itu pertama kali menjadi perhatian internasional setelah rekaman penerbangannya beredar pada 26 Desember 2024. Pesawat berbentuk menyerupai berlian tersebut terlihat terbang di sekitar Chengdu dengan konfigurasi tanpa ekor dan tiga saluran masuk udara yang mengindikasikan penggunaan tiga mesin.

Reuters dalam laporannya pada Jumat, 27 Desember 2024, berhasil memverifikasi lokasi rekaman dengan mencocokkan bangunan, papan nama, logo, pepohonan, dan citra satelit di sekitar Chengdu. Namun, Reuters tidak dapat mengonfirmasi tanggal perekaman video secara independen.

China juga belum mengumumkan nama resmi pesawat tersebut. Sebutan J-36 muncul dari kalangan pengamat penerbangan militer dan komunitas pertahanan berdasarkan nomor yang tampak pada badan pesawat. Karena identitas dan spesifikasinya masih dirahasiakan, istilah J-36 sebaiknya dipahami sebagai sebutan tidak resmi.

Lima pakar pertahanan yang diwawancarai Reuters saat kemunculan pertama pesawat itu mengatakan gambar dari luar belum cukup untuk menentukan seberapa siluman, cepat, atau lincah pesawat tersebut. Gambar juga tidak dapat memperlihatkan kemampuan radar, avionik, perangkat peperangan elektronik, perangkat lunak, dan sistem komunikasinya.

Analis senior Australian Strategic Policy Institute, Euan Graham, menilai desain tersebut memperlihatkan keberanian industri penerbangan China melakukan eksperimen.

“Apa pun kelebihan dan kekurangannya, ini tampak sebagai desain yang sangat orisinal,” kata Graham, sebagaimana dilaporkan Reuters pada Jumat, 27 Desember 2024.

Menurut Graham, kemunculan desain itu seharusnya mengikis anggapan bahwa Amerika Serikat dan sekutunya akan selalu menjadi pihak yang menentukan kecepatan perkembangan teknologi pesawat tempur.

Baca Artikel Selengkapnya