Cerita Nida Ikuti Seminar Karier BEST NU di Gedung PBNU, Ingin Kuliah di Malang

4 jam yang lalu 1

Jakarta, NU Online

Kesempatan mengikuti Seminar Karier #3 Beasiswa untuk STEM Talenta NU (BEST NU) di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Jakarta menjadi pengalaman berharga bagi Fadilatul Husnannida (19 tahun). Siswi kelas XII MA Unggulan KH A Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang itu kini semakin mantap mengejar cita-cita kuliah di Universitas Brawijaya Malang.


Ia mengaku awal mula mengetahui informasi beasiswa BEST NU dari media sosial Instagram. Tanpa berpikir panjang, ia langsung mendaftar karena merasa program tersebut sesuai kebutuhannya sebagai siswa kelas akhir yang tengah bersiap menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).


“Awalnya daftar beasiswa, kebetulan lewat di beranda IG,” kata Nida, sapaan akrabnya, kepada NU Online, Jumat (8/5/2026).


Pelajar asal Tulungagung, Jawa Timur, itu mengatakan bahwa program BEST NU sendiri merupakan kerja sama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU, dan Binar Academy.


Menurut dia, program tersebut bukan sekadar beasiswa biasa. Peserta mendapatkan bimbingan belajar untuk persiapan UTBK sekaligus pembekalan karier melalui seminar dan mentoring. “Ini kan beasiswa bimbingan untuk persiapan UTBK dan persiapan karier,” katanya.

Nida menjelaskan, seminar dalam program tersebut digelar tiga kali. Seminar pertama dan ketiga dilaksanakan di Jakarta, sedangkan seminar kedua berlangsung di Jombang, Jawa Timur.


“Selain seminar, peserta juga mengikuti bimbingan belajar daring setiap hari bekerja sama dengan Neutron Education serta tryout rutin,” ungkapnya.


Bagi Nida, mengikuti seminar di Gedung PBNU yang digelar pada Kamis (7/5/2026) memberi pengalaman berbeda. Ia merasa mendapat banyak wawasan baru dari para pemateri yang dinilainya sangat inspiratif.


“Seminarnya juga enggak kalah bagus. Pematerinya orang top-top yang benar-benar menginspirasi dan memberikan banyak insight baru,” ungkapnya seraya bersyukur.


Salah satu materi yang paling membekas baginya adalah pemaparan dari Mahmud Syaltout, pengurus Lakpesdam PBNU. Dari seminar itu, Nida belajar bahwa keberhasilan tidak lepas dari campur tangan Allah serta doa orang tua dan guru.


“Saya jadi dapat insight baru kalau semua yang terjadi itu karena Allah, serta berkah guru dan orang tua, terutama ibu,” tuturnya.


Terinspirasi Sang Ibu
Nida bukan berasal dari keluarga biasa dalam tradisi organisasi NU. Ia merupakan putri dari Hety Handayani, Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Fatayat Nahdlatul Ulama (PCIFNU) Brunei Darussalam. Sosok sang ibu yang aktif menggerakkan organisasi perempuan NU di mancanegara menjadi inspirasi tersendiri bagi dirinya.


Menurut Nida, kiprah ibunya dalam organisasi NU membuat dirinya belajar tentang pentingnya pendidikan, pengabdian, dan keberanian membangun jaringan di berbagai tempat.


Ia juga terkesan dengan jawaban Ufi Ulfiah, sang narasumber, saat sesi tanya jawab. Menurutnya, pandangan tentang pentingnya latihan membuat Nida semakin percaya diri menghadapi masa depan.


“Bu Ufi tidak percaya dengan keahlian yang jadi-jadian atau sudah ada sejak lahir. Beliau sangat percaya dengan latihan dan meyakini dengan latihan pasti bisa,” ujarnya.


Tidak hanya mendapatkan pengalaman dan motivasi, Nida juga meraih prestasi membanggakan dalam kegiatan itu. Bersama sembilan peserta lain dari berbagai daerah, ia ditahbiskan sebagai peserta terbaik Seminar Karier BEST NU. Tiap-tiap dari mereka menerima apresiasi sebesar Rp500 ribu voucher kursus bahasa.


Kesembilan peserta lainnya yakni Ahmad Nagata Mulya (MAN 1 Banda Aceh), Fatih Nashrulloh (MAS Darul Qur'an DIY), Muhammad Dary Manshur (MAN 3 Jombang), Yazid Zia Ulhaq (MAS Darul Qur'an DIY), Najwa Faatihaturrohmah (MAN 2 Ponorogo), Happy Berliana (MA NU Jepara), serta Hilyatunnafisah (SMAN 1 Candiroto Temanggung).


​​​​​​​Nida mengaku bersyukur dapat bertemu banyak orang hebat melalui program BEST NU. Pengalaman itu membuatnya semakin semangat belajar dan memiliki tujuan yang lebih jelas untuk masa depan.


“Alhamdulillah, bersyukur banget bisa kenal orang-orang hebat dan dapat motivasi serta pesan dari mereka. Jadi semangat dan punya tujuan yang jelas,” tandasnya.


​​​​​​​Perempuan kelahiran Tulungagung, 23 Januari 2007 ini memiliki hobi menulis, membaca, dan musik. Dengan dukungan keluarga dan semangat belajar yang kuat, ia kini tengah mempersiapkan diri untuk mewujudkan cita-citanya melanjutkan pendidikan di Universitas Brawijaya Malang.

Baca Artikel Selengkapnya