Buntet Pesantren Fasilitasi 23 Pasangan Itsbat Nikah dalam Rangkaian Haul 2026

6 jam yang lalu 3

Cirebon, NU Online

Panitia Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren 2026 menggelar kegiatan Itsbat Nikah yang diikuti oleh 23 pasangan di Aula Kantor Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat Jumat (24/7/2026). Acara ini merupakan program pembuka dari seluruh rangkaian acara Haul Buntet Pesantren tahun 2026.


Program diikuti secara antusias. Hal ini terbukti dengan keikutsertaan 48 pasang saat masa pendaftar. Dalam proses seleksi administrasi, terdapat 25 pasangan yang terverifikasi oleh Pengadilan Agama Kabupaten Cirebon. Dari jumlah tersebut, 23 pasangan mengikuti Itsbat Nikah pada hari pelaksanaan.


Ketua Umum Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren 2026 Ammar Firman Maulana menyampaikan bahwa gagasan pelaksanaan Itsbat Nikah sebagai bagian dari rangkaian Haul ini bermula dari inisiasi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren 2019-2026 Almarhum KH Adib Rofiuddin Izza bersama Ketua Umum YLPI Buntet Pesantren KH Aris Ni'matullloh.


Inisiatif ini diusulkan agar memberikan kemudahan bagi masyarakat dari berbagai kalangan ekonomi untuk mendapat akses layanan legalitas pernikahan tanpa terbebani biaya administrasi.


"Tujuannya adalah untuk kemaslahatan masyarakat yang memang sesuai dengan prorgram pemerintah untuk bisa membuat dokumen-dokumen resmi bagi pasangan suami istri yang belum tercatat secara administrasi negara," katanya.


Itsbat Nikah sendiri merupakan salah satu program terpadu Kementerian Agama yang bertujuan mendukung pelayanan legalitas pernikahan bagi masyarakat yang selama ini terkendala pencatatan resmi. Melalui proses ini, pasangan yang menikah secara agama, tetapi belum tercatat secara negara dapat memperoleh pengesahan hukum atas status pernikahannya.


Dalam kesempatan tersebut, KH Aris Ni'matulloh menuturkan bahwa pasangan yang telah mengikuti program ini kini telah memperoleh hak dan status resminya sebagai suami istri yang sah. Menurutnya, pengakuan resmi dari negara juga diperlukan dan selalu relevan dalam pandangan Islam.


Pada kesempatan ini, Haul Buntet Pesantren menjadi momen bagi masyarakat untuk menyambut program dengan positif karena kepastian status pernikahan ini memiliki dampak penting bagi pasangan mengenai hak-hak umumnya.


"Kadang-kadang meremehkan surat akhirnya berfek di belakang. Agama tanpa didukung negara juga tidak bisa. Ada aktivis hak perempuan malah mengusulkan agar syarat nikah dicatat karena untuk menyelamatkan kalian," katanya.


"Jadi jangan dianggap tidak penting," lanjutnya.


Senada, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Cirebon Ishak Lubis menyampaikan bahwa program Itsbat Nikah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.


“Ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan kepastian hukum kepada Bapak Ibu sehingga status perkawinannya jelas tertulis, yang barangkali selama bertahun-tahun belum jelas. Dengan adanya kepastian hukum ini, insyaallah masa depan anak-anak kita dan keluarga kita pun menjadi jelas,” ujar Slamet.


Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat H Dudu Rohman menyampaikan harapannya agar program semacam ini dapat terus berkelanjutan dan terus dikembangkan di masa mendatang. Ia menyadari bahwa tantangan akan terus hadir di tengah masyarakat yang saat ini cukup kompleks.


“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi kegiatan yang berkesinambungan atau bahkan bisa menjadi program tahunan, bukan hanya Itsbat Nikah, tetapi juga pelaksanaan Nikah-Nikah atau Nikah Massal, (karena) tantangan budaya sosial hari ini adalah anak-anak kita ini tidak mau menikah” pungkasnya dalam sambutan. 


Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama Panitia Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren 2026 dengan Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Cirebon, Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Cirebon, Kantor Pertanahan (ATR/BPN) Kabupaten Cirebon, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon, serta Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Astanajapura.
 

Sebagai informasi, acara puncak Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren akan digelar pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Rencananya, kegiatan tersebut akan dihadiri Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh, dan Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH Reza Ahmad Zahid. Dijadwalkan hadir pula KH M Faiz Syukron Ma'mun dan Prof Mahfud MD dalam Halaqah tentang Pesantren yang digelar pada Rabu, 29 Juli 2026.


Kontributor: Farhat Kamal

Baca Artikel Selengkapnya