BSI salurkan pembiayaan Rp198 miliar bagi operasional dapur MBG

4 minggu yang lalu 31
kami telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp198 miliar dan mendukung operasional kurang lebih sekitar 211 dapur MBG (Makan Bergizi Gratis)

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) berkomitmen untuk terus mendukung program prioritas pemerintah, salah satunya melalui pembiayaan bagi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) senilai Rp198 miliar hingga triwulan I 2026.

“Sampai dengan saat ini, kami telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp198 miliar dan mendukung operasional kurang lebih sekitar 211 dapur MBG (Makan Bergizi Gratis),” ujar Direktur Risk Management BSI Grandhis Helmi Harumansyah di Jakarta, Selasa.

Ia menyatakan pihaknya juga memberikan layanan virtual account (VA) serta cash management system untuk membantu kegiatan operasional harian SPPG.

Melalui layanan tersebut, perseroan telah mampu menjangkau lebih dari 1.600 dapur mitra Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut yang mayoritas berlokasi di Aceh, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain program MBG, Grandhis menyampaikan bahwa perseroan juga mendukung pengembangan koperasi, UMKM, dan usaha produktif lainnya melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Penyaluran kredit tersebut telah mencapai Rp2,61 triliun dengan jumlah penerima manfaat 17.732 nasabah selama kuartal I tahun ini.

“Untuk program KUR, total outstanding-nya sampai dengan hari ini kurang lebih sekitar Rp25,7 triliun,” ucap Grandhis.

Sedangkan terkait program 3 Juta Rumah, pihaknya memberikan pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp145,7 miliar kepada 894 nasabah sepanjang Januari-Maret 2026, dengan outstanding mencapai Rp5,72 triliun.

Selanjutnya, perseroan juga menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) bagi nasabah UMKM.

Grandhis menuturkan, selama triwulan I 2026, pihaknya telah memberikan pembiayaan pada supply side sejumlah Rp4,7 miliar kepada pihak pengembang (developer).

Sementara penyaluran KPP kepada nasabah UMKM sebagai demand side mencapai Rp360 miliar bagi 1.131 nasabah pada periode tersebut.

Program pemerintah lainnya yang juga didukung oleh BSI adalah pengembangan ekosistem bulion atau bank emas. Bank BUMN syariah tersebut pun menjadi bank emas pertama yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025.

“Sampai dengan hari ini dari lini bisnis bullion, yaitu tabungan emas, cicil emas, dan juga gadai, kami mengelola emas kurang lebih sekitar 23,05 ton emas,” kata Grandhis Helmi Harumansyah.

Baca juga: BNI salurkan Rp1,5 triliun ke 577 debitur untuk program MBG

Baca juga: BGN: Pengolahan food waste MBG peluang keuntungan lewat kredit karbon

Baca juga: Bank Mandiri kucurkan Rp163 miliar untuk program 3 Juta Rumah di Jabar

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya