BSI bidik pengguna "mobile banking" lampaui 10 juta pada 2026

3 minggu yang lalu 11

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) optimistis jumlah pengguna (user) mobile banking, yang terdiri atas superapp BYOND by BSI dan BSI Mobile, melampaui lebih dari 10 juta pengguna pada tahun ini.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa optimisme ini didukung oleh strategi transformasi digital yang terintegrasi antar kanal dan ekosistem.

Perseroan menyatakan untuk terus memperkuat transformasi digital pada tahun ini melalui peningkatan kapabilitas teknologi, kualitas layanan, serta perluasan ekosistem digital.

Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan jumlah pengguna, frekuensi transaksi, dan nilai transaksi secara berkelanjutan, sekaligus mempertegas peran BSI dalam menghadirkan solusi keuangan syariah yang adaptif.

Adapun hingga Desember 2025, jumlah pengguna mobile banking BSI telah mencapai lebih dari 9 juta pengguna, terdiri dari sekitar 6 juta pengguna BYOND dan lebih dari 3 juta pengguna BSI Mobile.

BYOND merupakan superapp perbankan digital yang diluncurkan pada akhir 2024, dirancang lebih modern, interaktif, dan menyasar kebutuhan gaya hidup finansial masa kini. Sementara BSI Mobile merupakan aplikasi mobile banking yang telah hadir sebelum BYOND.

Perseroan mencatat, superapp BYOND menunjukkan pertumbuhan signifikan dan mendapat respons positif khususnya dari generasi muda, dengan jumlah pengguna tumbuh 197 persen (year on year/yoy) dalam waktu satu tahun sejak peluncurannya.

Menurut perseroan, pertumbuhan pengguna BYOND didorong oleh transformasi digital melalui pengembangan fitur dan produk inovatif yang adaptif, salah satunya layanan bullion bank berupa Tabungan Emas.

Inovasi ini turut mendorong peningkatan pengguna Tabungan Emas menjadi lebih dari 530 ribu nasabah, atau tumbuh 417 persen (yoy).

Selain layanan E-mas, BSI juga terus mengembangkan fitur di dalam aplikasi termasuk di bidang ekosistem haji dan umrah. Dalam setahun terakhir, jumlah pengguna tabungan haji melalui BYOND meningkat 108 persen (yoy) menjadi sekitar 380 ribu nasabah.

Anggoro menyampaikan bahwa transformasi digital terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja bisnis perseroan.

“Digitalisasi menjadi entry gate dalam memperkenalkan produk dan layanan BSI dengan cara yang mudah, aman, dan inklusif, salah satunya melalui BYOND,” kata dia.

Perseroan pun berkomitmen untuk terus memperkuat kapabilitas digital melalui pengembangan berbagai platform, tidak hanya mobile banking (BYOND dan BSI Mobile), melainkan juga internet banking (BSI Net), BSI Merchant App, Banking as a Service (BaaS), Open API, serta Cash Management System (BEWIZE), yang didukung oleh penguatan teknologi, produk, distribusi, dan analitik data.

Baca juga: Laba BSI per Februari 2026 tumbuh 17 persen capai Rp1,36 triliun

Baca juga: BSI siapkan 162 cabang untuk operasional terbatas selama libur Lebaran

Baca juga: Permintaan emas diperkirakan terus naik, BSI pastikan stok aman

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya