Brutal, Pemukim Israel Pukuli Jurnalis Veteran Washington Post Usai Bakar Kebun Warga Palestina

1 minggu yang lalu 6

Jurnalis Washington Post Heidi Levine usai diserang para pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki, Jumat(16/10/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH — Pemukim ilegal Israel dengan brutal menyerang para petani Palestina yang tengah memanen zaitun serta seorang fotografer jurnalistik yang bekerja untuk The Washington Post di Tepi Barat yang diduduki, Jumat(16/10/2026). Selain memukuli warga desa, para pemukim juga membakar kebun-kebun zaitun.

Serangan tersebut merupakan satu dari beberapa aksi kekerasan yang menargetkan warga Palestina saat berusaha mengumpulkan hasil panen zaitun mereka. Serangan lanjutan dan pembakaran lahan juga dilaporkan terjadi di komunitas-komunitas sekitarnya.

Rangkaian insiden tersebut menambah panjang rentetan gelombang serangan brutal (pogrom) yang terus meningkat selama beberapa pekan terakhir terhadap komunitas lokal Tepi Barat. Aksi ini dilakukan oleh warga Israel dari pemukiman ilegal yang sebagian besar dilindungi—atau setidaknya tidak dihalangi—oleh pasukan militer Israel.

Jurnalis veteran Heidi Levine (64 tahun) harus dilarikan ke rumah sakit setelah terjadi serangan pada Jumat yang menyasar Abu Falah, sebelah timur laut Ramallah. Menurut saksi mata yang berbicara kepada Al Jazeera dan kantor berita Palestina Wafa, seorang pria Palestina juga tertembak di bagian paha oleh tentara Israel.

Kronologi serangan

Puluhan pemukim berselubung kain penutup wajah menyerang para petani Palestina yang sedang memanen zaitun. Mereka melemparkan batu, menggunakan ketapel, dan membakar pepohonan.

Saksi mata menyebutkan bahwa Levine, jurnalis foto lepas asal Amerika Serikat yang bekerja untuk The Washington Post, jatuh ke tanah saat serangan berlangsung sebelum akhirnya dikeroyok.

"Kami melihat ada seorang jurnalis... terkapar di tanah dikerumuni orang-orang yang memukulinya, memukul dengan tongkat, merampoknya, menariknya berdiri, memukulinya lagi, dan menendangnya," ujar Jasper Nathaniel, jurnalis independen yang menyaksikan serangan tersebut kepada Al Jazeera.

Baca Artikel Selengkapnya