Seorang wanita Iran berjalan di samping papan reklame raksasa anti-AS yang menampilkan Presiden AS Donald Trump di dalam peti mati di Alun-alun Enghelab di Teheran, Iran, pada 15 Juli 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran pada Sabtu (18/7/2026) mengumumkan bahwa mereka menangguhkan pelaksanaan nota kesepahaman (MoU) Islamabad dengan menuduh bahwa Amerika Serikat (AS) telah melanggar MoU gencatan senjata itu terlebih dahulu. Keputusan Teheran itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi.
"AS telah melanggar dan menagguhkan semua komitmen di dalam kerangka kerja nota kesepahaman Islamabad," kata Gharibabadi dalam pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Fars.
Gharibabadi menambahkan, "Kami juga menangguhkan komitmen-komitmen kami; kami tidak mengimplementasikannya, dan kami sedang sibuk mempertahankan negara kami."
Pengumuman oleh Teheran muncul beberapa hari setelah Presiden AS Donal Trump mensinyalkan bahwa Washington tak lagi menimbang Islamabad MoU efektif. Berbicara kepada wartawan dalam pertemuan KTT NATO pekan lalu, Trump mengatakan, " Bagi saya, saya pikir (MoU) itu sudah berakhir. Saya tidak mau bernegosiasi dengan mereka."
sumber : Antara, Sputnik, Anadolu

7 jam yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·