Jakarta (ANTARA) - Atase Pertanian Kedutaan Besar (Kedubes) Brazil di Jakarta Carlos Turchetto menyatakan bahwa negaranya siap untuk menjadi pemasok kacang kedelai untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengatakan implementasi program MBG merupakan peluang ekspor yang baik bagi produk asal Brazil. Pihaknya pun berkomitmen untuk mengekspor produk kacang kedelai dengan harga dan kualitas yang baik.
“Kami tahu tempe dan tahu adalah menu yang sangat penting dalam program (MBG) ini dan Brasil siap membantu dengan suplai kacang kedelai,” ujar Carlos Turchetto saat ditemui di Paviliun Brazil dalam acara Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 di Jakarta, Selasa.
Ia menuturkan pasokan kedelai dari Brazil juga dapat membantu menjaga stok dan menekan inflasi harga komoditas tersebut di pasar domestik.
Carlos menyampaikan bahwa pihaknya banyak berdiskusi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengenai komoditas apa saja yang dapat diimpor dari Brazil untuk membantu pemerintah menjamin ketersediaan pangan untuk program MBG maupun masyarakat pada umumnya.
Brazil juga siap mengekspor daging sapi dan unggas jika dibutuhkan. Negara tersebut merupakan salah satu sumber daging halal impor bagi Indonesia, terutama daging sapi.
Sementara itu, Indonesia dan Brazil sudah memiliki kerja sama akreditasi halal. Terdapat tiga lembaga akreditasi halal swasta di Brazil yang sudah diakui oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Lebih lanjut, jumlah perusahaan Brazil yang memperoleh izin untuk mengeskpor daging ke Indonesia meningkat pesat pada tahun lalu.
“Saat ini, kami memiliki 52 perusahaan Brazil yang sudah disetujui untuk melakukan ekspor ke Indonesia. Dan bulan lalu, Kementerian Pertanian Indonesia mengirim beberapa auditor ke Brazil untuk menginspeksi 21 perusahaan lagi,” ucapnya.
Melalui proses akreditasi tersebut, ia berharap tidak lama lagi jumlah perusahaan Brazil yang dapat melakukan ekspor ke Indonesia akan semakin bertambah.
Carlos menilai hubungan kerja sama perdagangan yang semakin erat antara kedua negara merupakan salah satu dampak positif dari bergabungnya Indonesia menjadi anggota penuh BRICS pada 6 Januari 2025.
“Pendekatan antarnegara di forum seperti BRICS dan persahabatan antara presiden kita itu sangat penting bagi perdagangan karena saya percaya hal tersebut membuat urusan birokrasi menjadi lebih mudah diselesaikan oleh kedua belah pihak,” imbuhnya.
Kedubes Brazil menghadirkan 10 pelaku usaha pada Paviliun Brazil di ajang FHI kali ini. Sejumlah produk kuliner yang dipamerkan antara lain acai, sorbet, wine, hingga kopi.
Baca juga: Belarus pasok produk olahan susu untuk program MBG
Baca juga: BGN: Pengurangan anggaran MBG tajamkan penerima manfaat
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·