BPS: Jumlah usaha di Jateng berkontribusi 15,25 persen secara nasional

6 jam yang lalu 1

Semarang, Jateng (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah usaha di Provinsi Jawa Tengah berkontribusi sebesar 15,25 persen dari total jumlah usaha yang ada di Indonesia.

Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi di Semarang, Jateng, Kamis, menegaskan Jateng memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, dengan total 5 juta unit usaha.

Jumlah tersebut, kata dia, setara dengan 25,76 persen dari seluruh usaha di Pulau Jawa dan 15,25 persen dari total usaha di Indonesia.

"Kalau kita mendata di Jawa Tengah dengan sangat baik, artinya kita menyelesaikan setidaknya 15 persen kualitas pendataan di Indonesia," katanya saat Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang.

Ia menjelaskan Sensus Ekonomi 2026 berbeda dari sensus sebelumnya, karena sensus tahun ini turut mencakup sektor pertanian hingga rumah tangga.

Menurut dia, pendataan hingga rumah tangga diperlukan karena banyak aktivitas ekonomi kini dilakukan dari rumah, termasuk usaha berbasis digital.

"Sekarang sudah pakai TikTok, sudah pakai media sosial, itu tidak terlihat dari luar. Baru bisa kita data, baru bisa kita identifikasi kalau kita masuk ke rumah-rumah," katanya.

Ia menambahkan bahwa Sensus Ekonomi 2026 berbeda dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sebab secara khusus mendata aktivitas ekonomi, baik pelaku usaha maupun ekonomi keluarga.

Selain itu, Sonny juga memastikan bahwa data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan perpajakan.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan data sensus tersebut menjadi dasar penting dalam membaca kondisi ekonomi dan menyusun kebijakan pembangunan daerah.

Menurut dia, hasil sensus akan membantu pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota memetakan potensi ekonomi daerah secara lebih akurat.

Karena itu, ia meminta bupati, wali kota, hingga aparatur pemerintah ikut menyosialisasikan sensus kepada masyarakat.

"Kita bisa memetakan tentang daerah kita, ekonomi Jawa Tengah gambarannya kayak apa. Ini penting agar kita semuanya menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi ini adalah basisnya data," katanya.

Luthfi juga mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha mulai dari UMKM hingga usaha rumah tangga agar terbuka saat didata petugas sensus.

Ia memastikan data yang diberikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya.

Data yang akurat, kata dia, akan menjadi pijakan agar pembangunan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dapat berjalan selaras.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah dan jajaran BPS se-Jateng. Sensus yang dilaksanakan hingga 31 Agustus 2026 di Jateng melibatkan 36.891 petugas.

Baca juga: Pertumbuhan ekonomi Jateng di triwulan III 2025 capai 5,37 persen

Baca juga: BPS: Jumlah penduduk miskin Jateng turun 337,64 ribu orang

Baca juga: Pertumbuhan ekonomi Jateng triwulan I 2025 capai 4,96 persen

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya