BNI perkuat permodalan lewat instrumen AT1 senilai 700 juta dolar AS

1 jam yang lalu 1
BNI memastikan bahwa perannya sebagai agen pertumbuhan ekonomi nasional dapat semakin kokoh melalui struktur permodalan yang kuat

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (kode saham: BBNI) memperkuat struktur permodalannya melalui penerbitan instrumen Additional Tier-1 (AT1) Perpetual Non-Cumulative Capital Securities senilai 700 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp11,9 triliun.

Menurut perseroan, aksi korporasi ini mendapat respons positif dari investor global dengan tingkat permintaan mencapai lebih dari 2,5 miliar atau mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 3,6 kali.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa penerbitan ini merupakan kali kedua yang dilakukan perseroan setelah sebelumnya menerbitkan instrumen serupa sebesar 600 juta dolar AS pada 2021.

"Sebagai salah satu bank sistemik di Indonesia, BNI memastikan bahwa perannya sebagai agen pertumbuhan ekonomi nasional dapat semakin kokoh melalui struktur permodalan yang kuat,” kata Okki.

Merujuk keterbukaan informasi, proses bookbuilding dan penetapan harga (pricing) dilakukan pada 15 April 2026, sementara penyelesaian transaksi (settlement) pada 22 April 2026.

Perseroan menjelaskan bahwa instrumen AT1 yang diterbitkan memiliki karakteristik sebagai modal tambahan yang bersifat subordinasi, tanpa jatuh tempo (perpetual), serta pembayaran imbal hasil yang tidak diakumulasikan.

Penerbitan dilakukan berdasarkan ketentuan Regulation S (Reg S) dalam US Securities Act dan dicatatkan di Singapore Exchange (SGX).

Menurut perseroan, hal ini menandai akses yang semakin luas terhadap pasar keuangan internasional. Di samping itu, catat perseroan, tingginya minat investor juga mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental dan prospek kinerja.

Selain itu, basis investor pada penerbitan kali ini semakin terdiversifikasi, mencakup kawasan Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah, hingga offshore Amerika Serikat. Perseroan mencatat bahwa hal ini menunjukkan meningkatnya daya tarik instrumen keuangan BNI di mata investor global.

Sebagai bagian dari pengelolaan struktur permodalan, BNI juga telah mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) atas instrumen AT1 yang diterbitkan pada 2021 melalui mekanisme penawaran tender (tender offer) sekitar 94,7 persen dari total AT1 Eksisting. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan komposisi permodalan secara keseluruhan.

Penerbitan instrumen AT1 ini menunjukkan langkah BNI dalam memanfaatkan instrumen pasar global untuk memperkuat struktur permodalan.

Perseroan menilai dukungan investor yang kuat mencerminkan kepercayaan terhadap kinerja dan prospeknya, serta membuka ruang yang lebih luas untuk ekspansi bisnis dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: BNI cetak laba bersih Rp5,6 triliun di kuartal I

Baca juga: BNI selesaikan pengembalian dana CU Paroki Aek Nabara, total Rp28,26 M

Baca juga: BNI hentikan internet banking 4 Mei, dialihkan ke wondr dan BNIdirect

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya