BI: Surplus neraca dagang April topang ketahanan eksternal

1 hari yang lalu 19

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) memandang surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 sebesar 0,09 miliar dolar Amerika Serikat (AS) positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut.

Perkembangan ini melanjutkan surplus neraca perdagangan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,32 miliar dolar AS.

"Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas lain guna makin memperkuat ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Selasa, surplus neraca perdagangan yang berlanjut pada April 2026 terutama bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas yang tetap baik.

Neraca perdagangan nonmigas pada April 2026 mencatat surplus sebesar 3,53 miliar dolar AS, seiring dengan meningkatnya ekspor nonmigas sebesar 24,15 miliar dolar AS.

Kinerja positif ekspor nonmigas tersebut terutama didukung oleh ekspor berbasis sumber daya alam seperti lemak dan minyak hewani/nabati serta bahan bakar mineral maupun ekspor produk manufaktur seperti mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya serta kendaraan dan bagiannya.

Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia.

Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas tercatat meningkat menjadi sebesar 3,44 miliar dolar AS pada April 2026 sejalan dengan peningkatan impor migas di tengah penurunan ekspor migas.

Baca juga: BI: Kenaikan surplus dagang pada Maret perkuat ketahanan eksternal

Baca juga: BI nilai surplus neraca dagang Februari dukung eksternal perekonomian

Baca juga: BI nilai surplus neraca dagang awal 2026 topang ketahanan eksternal

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya