BI sebut sejumlah sektor masih punya ruang pembiayaan besar

3 jam yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) menyebut sejumlah sektor masih memiliki ruang pembiayaan yang besar dari fasilitas kredit yang telah disetujui perbankan namun belum dimanfaatkan oleh pelaku usaha.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam sesi policy dialogue pada Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Jakarta, Senin, mengatakan kondisi tersebut tercermin dari tingginya rasio pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan) di sejumlah sektor.

“Ada beberapa sektor yang rasio undisbursed loan terhadap plafon di sektoral itu jauh di atas dibandingkan rata-ratanya. Artinya apa? Masih banyak ruang bagi bank atau bagi sektor tersebut untuk mendapatkan pembiayaan dari perbankan,” kata Destry.

Ia menyebut sektor yang memiliki ruang pembiayaan besar antara lain pertanian, jasa dunia usaha, konstruksi, serta transportasi dan pengangkutan.

Baca juga: BI catat kredit perbankan tumbuh 9,49 persen Maret, ini pendorongnya

Berdasarkan data BI, total nilai fasilitas pinjaman yang belum digunakan mencapai Rp2.527,46 triliun atau setara 22,59 persen dari total plafon kredit yang tersedia.

Secara umum, undisbursed loan merujuk pada fasilitas kredit yang telah disetujui bank namun belum dicairkan atau dimanfaatkan oleh debitur.

Kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang peningkatan penyaluran kredit ke sektor riil.

“Nah di sinilah tempatnya bagaimana PINISI ini akhirnya kita berusaha untuk mempertemukan antara sisi kebutuhan pembiayaan dari korporasi dan konsumen dengan sisi pendanaan dari perbankan,” ujarnya.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya