BI intensifkan GPM dan KAD untuk jaga stabilitas ekonomi di Papua

6 jam yang lalu 1

Jayapura (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua terus mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di wilayah Tanah Papua.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Warsono di Jayapura, Sabtu, mengatakan BI Papua berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas perekonomian di Tanah Papua, termasuk memastikan kelancaran sistem pembayaran serta distribusi uang Rupiah yang layak edar hingga ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

“Papua merupakan wilayah yang sebagian besar kebutuhan pangannya masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, seperti Sulawesi Selatan," katanya.

Oleh karena itu, menurut Warsono, perlu sinergi melalui Kerja Sama Antar Daerah untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.

"Hingga pertengahan 2026, BI Papua telah melaksanakan sekitar 250 kegiatan Gerakan Pangan Murah yang tersebar di seluruh wilayah kerja BI Papua," ujarnya.

Dia menjelaskan kegiatan ini menjadi salah satu instrumen utama dalam membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

"Selain GPM, kami juga aktif mendorong penguatan KAD dengan berbagai daerah penghasil komoditas pangan guna memperlancar distribusi dan mengurangi tekanan inflasi di wilayah Papua," katanya lagi.

Dia menambahkan dalam menjaga kelancaran peredaran uang rupiah, BI Papua juga menjalankan program kas titipan yang bekerja sama dengan perbankan di tujuh titik, serta layanan kas keliling luar kota yang menjangkau daerah-daerah terpencil seperti Asmat dan Oksibil.

"Distribusi uang layak edar tetap menjadi perhatian terutama di wilayah yang hanya dapat diakses melalui transportasi udara. Karena itu, layanan kas keliling terus dioptimalkan," katanya.

Tantangan utama yang dihadapi di antaranya kondisi geografis yang luas dan sulit dijangkau, serta masih rendahnya literasi masyarakat terkait program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, khususnya dalam hal penukaran uang tidak layak edar.

"Oleh sebab itu BI Papua akan terus melakukan kas keliling," ujarnya.

Pewarta: Qadri Pratiwi
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya