Berseteru soal Israel, Haley Stevens Membelot Dukung Lawan El-Sayed Jelang Pemilu AS

1 jam yang lalu 2

JAKARTA -- Perselisihan mengenai Israel mengguncang Partai Demokrat Amerika Serikat. Kandidat senator Muslim, Abdul El-Sayed, berseteru dengan mantan rivalnya. Konflik tersebut bahkan memicu pembelotan politik menjelang pemilu.

El-Sayed sebelumnya meminta anggota Kongres Haley Stevens menjauh. Stevens diminta tidak menghadiri kegiatan kampanyenya hingga pemungutan suara. Permintaan itu muncul setelah keduanya berselisih mengenai Israel.

Namun, pertikaian tersebut berkembang menjadi krisis politik terbuka. Stevens justru menyatakan dukungan kepada kandidat Partai Republik. Sosok yang didukungnya adalah Mike Rogers, lawan El-Sayed.

Keputusan mengejutkan itu diumumkan pada Ahad (1/11/2026). Stevens sebelumnya berjanji mendukung calon dari partainya sendiri. Kini, dia justru berseberangan dengan keputusan pemilih Demokrat.

Menurut laporan Associated Press, Stevens mengumumkan dukungannya melalui video. Dia mengaku tidak lagi diterima dalam kampanye El-Sayed. Kondisi tersebut menjadi alasan perubahan sikap politiknya.

Stevens kemudian menghadiri kebaktian gereja bersama Mike Rogers. Keduanya terlihat menghadiri kegiatan di Detroit, Michigan. Kehadiran tersebut mempertegas perpecahan politik menjelang pemilu.

Perselisihan berlangsung menjelang pemilihan senator pada Selasa (3/11/2026). Kursi Michigan menjadi salah satu perebutan paling menentukan. Hasilnya berpotensi memengaruhi keseimbangan kekuatan Senat AS.

El-Sayed merupakan kandidat Demokrat keturunan imigran asal Mesir. Dia berpeluang menjadi Muslim pertama di Senat AS. Namun, pencalonannya menghadapi perlawanan dari berbagai kelompok politik.

Iklan Israel Picu Pertikaian

Ketegangan bermula dari iklan politik kelompok independen. Iklan tersebut mengaitkan mahalnya kebutuhan pokok dengan Israel. Lebih tepatnya, iklan menyorot dukungan Amerika kepada negara tersebut.

Kelompok yang memasang iklan dipimpin komentator Cenk Uygur. Organisasi tersebut tidak menjadi bagian resmi kampanye El-Sayed. Namun, pesannya memicu perselisihan antartokoh Partai Demokrat.

Stevens mengecam iklan tersebut sebagai bentuk antisemitisme. Dia meminta El-Sayed secara terbuka menolak pesan iklan. Stevens juga menuntut klarifikasi atas pernyataan sebelumnya mengenai Israel.

Menurut Reuters, tuntutan itu memperburuk hubungan kedua politikus. Kubu El-Sayed kemudian meminta Stevens menghindari acara kampanye. Permintaan tersebut berlaku sampai pemungutan suara 3 November.

Seorang sumber yang mengetahui keputusan itu menjelaskan alasannya. Kehadiran Stevens dinilai dapat mengalihkan perhatian kampanye. El-Sayed ingin tetap membahas persoalan utama pemilih Michigan.

Sebelumnya, Stevens direncanakan menghadiri kegiatan bersama El-Sayed. Acara itu juga melibatkan anggota Kongres Jim Clyburn. Kehadiran bersama diharapkan menunjukkan persatuan Partai Demokrat.

Namun, rencana tersebut gagal akibat perselisihan yang membesar. Anggota Kongres Debbie Dingell kemudian memberikan penjelasan berbeda. Dia menyatakan ikut membatalkan kehadiran Stevens karena polemik mengganggu kampanye.

Dingell merupakan tokoh Demokrat yang membantu mengatur kegiatan. Menurutnya, perdebatan tersebut telah mengalihkan perhatian dari pemilu. Dia tidak ingin konflik menguasai akhir pekan kampanye.

Dengan demikian, keputusan menjauhkan Stevens memiliki dua penjelasan. Reuters melaporkan permintaan berasal dari kubu El-Sayed. Sementara Dingell mengaku mengambil keputusan terkait acara bersama.

Baca Artikel Selengkapnya