Jakarta, CNN Indonesia --
Iran mengajukan tujuh syarat yang harus dipenuhi Amerika Serikat sebelum negara tersebut bersedia membuka kembali Selat Hormuz dan memulai perundingan damai.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan secara terperinci tujuh persyaratan tersebut dalam percakapan pada Sabtu (31/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala keamanan Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan tujuh persyaratan tersebut telah ditetapkan sejak September. Namun, saat itu ia hanya mengungkapkan sebagian tuntutan.
Pada September, Rezaei menyerukan penghentian blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta campur tangan AS dalam urusan dalam negeri Iran, termasuk kerja samanya dengan "para penentang revolusi kami".
Rezaei menegaskan Iran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz maupun kembali ke meja perundingan sebelum tujuh syarat tersebut dipenuhi.
"Kita tidak akan kembali ke diplomasi masa lalu, tetapi kita juga tidak sepenuhnya meninggalkan diplomasi," kata Rezaei dalam pernyataan yang dikutip kantor berita ISNA.
Rezaei menambahkan bahwa Iran "tidak lagi tertarik pada perjanjian yang satu-satunya jaminannya adalah itikad baik politik."
Ia mengatakan bahwa preferensi Iran adalah "de eskalasi". Namun, ia memperingatkan kemampuan Iran justru akan semakin kuat jika AS terus memperpanjang perang. Meskipun "ini bukanlah yang diinginkan Teheran".
Rezaei juga mengancam Iran akan menggunakan kemampuan baru untuk menyerang aset-aset AS di kawasan apabila perang berlanjut. Target yang disebutnya mencakup kabel dan fasilitas kecerdasan buatan (AI).
Meski demikian, ia mengakui blokade berkepanjangan akan memberikan dampak buruk bagi Iran. Ia mengklaim pihak yang menganggap negaranya tidak akan terdampak "bersikap tidak realistis".
Rezaei juga mengatakan Iran telah "menargetkan lima kapal milik penyelundup setiap malam selama dua hingga tiga bulan terakhir," lapor Anadolu.
Ketegangan antara Iran dengan AS dan Israel meningkat setelah kedua negara melancarkan perang terhadap Teheran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah wilayah di Timur Tengah.
Konflik tersebut menyebabkan Selat Hormuz tertutup secara efektif. Selat ini merupakan jalur utama untuk pasokan energi global.
Sebelumnya, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada Juni untuk membuka jalan menuju kesepakatan perdamaian akhir. Namun, proses tersebut gagal akibat perselisihan kedua pihak mengenai pengaturan navigasi di Selat Hormuz.
Berikut tujuh syarat Iran untuk berunding dengan AS:
1. Mencabut sanksi yang dijatuhkan AS terhadap Iran setelah nota kesepahaman (MoU) Islamabad gagal pada Juli
2. Mengurangi kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah
3. Mengaktifkan kembali pengecualian impor minyak yang diberikan pada Juni sebagai bagian dari MoU
4. Membebaskan dana Iran yang dibekukan, termasuk dana yang disimpan di Qatar
5. Secara resmi mengakui rute pelayaran baru di Selat Hormuz, yang ditetapkan oleh Iran dan Oman, serta menutup seluruh rute lainnya
6. Mengakhiri perang di seluruh front, terutama serangan Israel terhadap Lebanon
7. Menyerukan penghentian blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta tidak mencampuri urusan dalam negeri negara tersebut
(bac)

1 jam yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·