BEI imbau investor atur strategi di tengah koreksi IHSG

3 minggu yang lalu 21
kami mengingatkan supaya investor tentu tetap memperhatikan fundamental, tidak panik, menganalisis secara cermat, mengatur strategi berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing

Jakarta (ANTARA) - Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengimbau para investor untuk tidak panik dan tetap mengatur strategi investasi sesuai profil risiko di tengah koreksi signifikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Senin (18/5).

“Tidak bosan-bosannya kami mengingatkan supaya investor tentu tetap memperhatikan fundamental, tidak panik, menganalisis secara cermat, mengatur strategi berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing,” ujar Jeffrey kepada awak media di Media Center Gedung BEI, Jakarta, Senin.

Imbauan tersebut ia sampaikan seiring dengan ketidakpastian yang masih tinggi di pasar saham Indonesia, dipicu oleh sentimen mancanegara maupun domestik.

“Karena kondisi pasar sangat dinamis, ketidakpastiannya masih cukup tinggi,” jelas Jeffrey.

Menurut Jeffrey, koreksi yang terjadi pada IHSG seiring dengan pelemahan bursa saham kawasan Asia dan global, akibat ketidakpastian berkepanjangan geopolitik yang menyebabkan naiknya harga minyak, dan mendorong potensi tren suku bunga tinggi dan inflasi di tingkat global.

“Di masa kita libur itu, pasar global khususnya pasar Asia juga mengalami koreksi. Dan kalau kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia, ditambah dengan sedikit koreksi tambahan hari ini di pasar global, itu sama dengan koreksi yang kita alami hari ini,” ujar Jeffrey.

Di sisi lain, pihaknya tidak memungkiri bahwa ketidakpastian pasar saham Indonesia masih cukup tinggi saat ini.

“Jadi saya rasa masih inline dengan global market, tetapi memang ketidakpastian di pasar kita itu masih cukup tinggi,” ujar Jeffrey.

Data penutupan perdagangan di BEI pada Senin (18/5) sore, IHSG ditutup melemah 124,08 poin atau 1,85 persen ke posisi 6.599,24.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.570.311 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,99 miliar lembar saham senilai Rp20,71 triliun. Sebanyak 125 saham naik, 616 saham menurun, dan 79 tidak bergerak nilainya.

IHSG sempat melemah signifikan hingga 320,76 poin atau 4,77 persen ke posisi 6.402,56 pada perdagangan sesi I pukul 11.04 WIB pada hari ini.

Baca juga: Turun 4 persen, Analis ingatkan tekanan Rupiah membebani IHSG

Baca juga: OJK sebut perubahan komposisi indeks MSCI juga dialami saham Asia lain

Baca juga: IHSG melemah seiring kekhawatiran era suku bunga tinggi imbas konflik

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya