Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan menghargai dan menerima masukan dari semua pihak, termasuk terkait dengan wacana untuk menyusun dan menentukan pemeringkatan pasar modal Indonesia secara mandiri.
Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi memastikan, BEI terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak, termasuk pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), untuk memperkuat pasar modal Indonesia.
“Seperti yang disampaikan pak Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi ke media, pada prinsipnya kami menghargai dan menerima masukan dari semua pihak, yang pada dasarnya tentu bentuk perhatian dan untuk kebaikan pasar modal,” ujar Iding kepada wartawan di Jakarta, Selasa.
Iding memastikan, BEI terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah maupun DPR sebagai upaya memperkuat pasar modal Indonesia.
“BEI selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk DPR dan pihak pemerintah,” ujar Iding.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan melakukan koordinasi lebih lanjut menanggapi wacana pemeringkatan pasar modal Indonesia secara mandiri tersebut.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, OJK menyambut baik dukungan dan koordinasi dari berbagai pihak untuk memperkuat pasar modal Indonesia.
“Untuk hal yang spesifik seperti yang ditanyakan, nanti pada waktunya kami akan koordinasi lebih lanjut ya,” kata Hasan.
Hasan melanjutkan, masukan positif dari berbagai pihak dapat membantu memperkuat kondisi pasar modal Indonesia, di tengah upaya pembenahan dan peningkatan kredibilitas pasar.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad mengusulkan supaya Indonesia menyusun dan menentukan pemeringkatan pasar modalnya sendiri, sebagaimana unggahan di akun Instagram resminya, @sufmi_dasco, pada Sabtu (24/10).
“Di Bursa kita, bersama akan kita buat dan tentukan rating kita sendiri. Kita bersatu, bergerak dan berjuang. Menuju Bangsa Pemenang!” tulis Dasco.
Wacana tersebut disampaikan tidak lama setelah pengumuman penyedia indeks global MSCI untuk melakukan evaluasi terhadap pasar modal Indonesia.
Pada 16 Oktober 2026, MSCI mengumumkan untuk membuka konsultasi mengenai kemungkinan penurunan status pasar modal Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market.
Baca juga: BEI: Dikecualikannya saham HSC dari IHSG tak kurangi total market cap
Baca juga: BEI siap berlakukan suspensi ke rekening terindikasi manipulasi harga
Baca juga: BEI ungkap FTSE pertahankan bursa RI di "Secondary Emerging Market"
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·