Bank Muamalat perkuat tim daerah hadapi tantangan di semester II

3 jam yang lalu 3
Kami ingin membangun semangat dan optimisme menghadapi semester kedua tahun ini, di tengah kondisi perekonomian nasional yang menantang dan kondisi global masih bergejolak.

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memperkuat tim di enam kota guna menghadapi tantangan pada semester II-2026 di tengah dinamika perekonomian global dan domestik.

Penguatan tim tersebut dilakukan melalui Synergy Roadshow 2026 yang berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, dan Medan.

Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan kegiatan ini merupakan kolaborasi bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk membangun kolaborasi serta melakukan evaluasi kinerja bisnis seluruh region Bank Muamalat.

Forum bersama para pimpinan dan tim penjualan di kantor wilayah dan cabang ini bertujuan untuk menyampaikan strategi, prioritas bisnis, dan arahan manajemen kepada seluruh insan Muamalat dalam rangka peningkatan kemampuan tim.

“Kami juga mengidentifikasi peluang pertumbuhan di masing-masing daerah. Sasarannya jelas, kami ingin membangun semangat dan optimisme menghadapi semester kedua tahun ini, di tengah kondisi perekonomian nasional yang menantang dan kondisi global yang masih bergejolak,” kata Imam.

Imam menekankan pentingnya pertumbuhan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Bank Muamalat menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada segmen ritel, baik consumer maupun small medium enterprise (SME), yang dinilai terbukti lebih resilien, tanpa mengabaikan pengembangan segmen korporasi yang sehat.

Menurut catatan perseroan, produk unggulan consumer seperti pembiayaan Solusi Emas Hijrah dan SME mencatat kenaikan yang solid.

Pembiayaan Solusi Emas Hijrah melonjak lebih dari 11 kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp1,7 triliun pada akhir Maret 2026. Jumlah rekening nasabah juga meningkat tajam sebesar 274 persen (yoy).

Selain itu, perseroan terus memacu pertumbuhan pembiayaan ke sektor SME. Hingga Maret 2026, nilai outstanding pembiayaan SME mencapai Rp3,1 triliun atau tumbuh 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Sektor ini juga mempunyai manajemen atau penyebaran risiko yang baik,” ujar Imam.

BPKH dan Bank Muamalat juga terus memperkuat sinergi bisnis melalui sejumlah kerja sama strategis. Menurut Imam, sinergi ini menjadi upaya bersama saling mendukung. Apalagi, haji dan umrah merupakan ekosistem besar yang dapat memberikan efek berganda ke berbagai sektor ekonomi dan sosial di tanah air.

“Kami ingin setiap layanan, produk, dan nilai tambah yang dapat kami berikan menjadi jalan hijrah bagi stakeholders menuju berkah. Dimana kebermanfaatannya bisa berkelanjutan dan dirasakan semua elemen dimanapun," kata Imam.

Salah satu kolaborasi yang dilakukan adalah meluncurkan Kartu Haji Indonesia untuk menggantikan penggunaan cash. Selain untuk kemudahan dan kenyamanan jamaah, inisiatif ini sekaligus mendukung digitalisasi pelaksanaan ibadah haji dan umrah di Tanah Suci.

Pendaftaran haji dapat dilakukan melalui sejumlah kanal yang disediakan perseroan, yakni mobile banking Muamalat DIN, seluruh kantor cabang Bank Muamalat, serta jaringan PT Pos Indonesia di berbagai wilayah Indonesia.

Aplikasi Muamalat DIN juga dilengkapi dengan fitur Bank Haji yang memungkinkan nasabah melakukan pendaftaran, pelunasan biaya haji, serta pengecekan riwayat pendaftaran dan nilai manfaat haji.

BPKH dan Bank Muamalat telah sepakat untuk terus melanjutkan pelaksanaan joint event meliputi program nasional dan internasional terkait sosialisasi, diseminasi, maupun program penghimpunan dan kemaslahatan. BPKH juga telah menunjuk Bank Muamalat sebagai salah satu bank syariah penyedia jasa layanan kustodiannya.

“Dengan memanfaatkan kapabilitas digital dan jejaring yang dimiliki, sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi calon jemaah haji dan umrah, tetapi juga memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung kemaslahatan umat secara lebih luas,” kata Imam.

Baca juga: Bank Muamalat dan BBM salurkan beasiswa pendidikan kepada 318 pelajar

Baca juga: Bank Muamalat catat transaksi via QRIS tumbuh 74,87 persen

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya