Jakarta (ANTARA) - PT Bank Jago Tbk mencatat bahwa sebanyak 3,6 juta pengguna aplikasinya telah terhubung dengan ekosistem PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) dan PT Stockbit Sekuritas Digital (Stockbit) sejak Desember 2022 hingga Juli 2026.
Sedangkan jumlah pengguna Rekening Dana Nasabah (RDN) Bank Jago yang terkoneksi dengan Bibit dan Stockbit mencapai hampir dua juta pengguna.
Head of Wealth Management Bank Jago Nyoman Sukmawati di Jakarta, Kamis, mengatakan perjalanan bersama Bibit dan Stockbit menjadi bagian penting dalam pengembangan kemitraan strategis yang dilakukan Bank Jago.
“Kolaborasi ini telah membantu lebih banyak masyarakat memulai dan mengembangkan investasi di instrumen keuangan dan pasar modal yang saling terintegrasi secara digital,” kata Nyoman.
Menurut perseroan, nasabah menunjukkan minat terhadap berbagai instrumen investasi sesuai kebutuhan dan profil risiko masing-masing.
Berdasarkan jenis instrumen, portofolio investasi nasabah Bank Jago yang dikelola melalui Bibit dan Stockbit saat ini terdiri dari saham (48,4 persen), reksa dana (38,6 persen), dan obligasi (13 persen).
Sementara dari volume transaksi, saham mendominasi sebesar 88 persen, disusul reksa dana (11,9 persen), dan sisanya obligasi.
Nyoman menyampaikan bahwa ke depan Bank Jago akan memperdalam kolaborasi strategis dengan ekosistem keuangan yang ada serta memperluas kemitraan untuk berbagai produk investasi baru.
“Selain reksadana, saham, dan obligasi yang tersedia saat ini, kami terus melihat potensi pengembangan pilihan investasi lainnya di masa depan sejalan dengan kebutuhan nasabah, dinamika pasar, dan perkembangan digital,” ujar Nyoman.
Bank Jago menyatakan bahwa pihaknya terus berinovasi dan memperkuat perannya sebagai bank pilihan investor ritel.
Hal itu sejalan dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat dari sekadar mengelola keuangan harian menjadi pengembangan aset.
Terbaru, Bank Jago juga menghadirkan tampilan portofolio investasi di Aplikasi Jago yang memungkinkan nasabah melihat seluruh portofolio investasi yang tersebar di berbagai platform dan terkoneksi dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam satu tampilan.
Sementara itu, Head of PR & Corporate Communication Bibit & Stockbit William mengatakan bahwa kolaborasi lima tahun ini berlangsung di tengah tren investasi Indonesia yang terus berkembang.
Hal itu terutama dengan meningkatnya partisipasi investor ritel dan generasi muda yang menjadikan investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Sebagai catatan, jumlah investor kini hampir mencapai 30 juta per akhir semester I 2026, berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia (BEI).
William mengatakan, investasi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, khususnya generasi muda, dalam rangka memiliki kesehatan finansial dan masa depan yang lebih baik
“Karena itulah, kolaborasi Bibit-Stockbit bersama Bank Jago dalam menghadirkan pengalaman investasi yang aman, mudah dipahami, dan terintegrasi menjadi sangat penting dan relevan,” ujar William.
Adapun Bibit dan Stockbit saat ini telah melayani lebih dari 10 juta pengguna dengan hampir 90 persen di antaranya merupakan generasi milenial dan Z, menunjukkan tingginya penggunaan platform investasi digital di kalangan usia produktif.
Kemudahan integrasi dengan Bank Jago, termasuk proses pembukaan RDN, dinilai turut mendukung peningkatan partisipasi masyarakat yang mengakses pasar modal.
“Kolaborasi ini bukan hanya mengenai integrasi bisnis dan teknologi, tetapi memberikan pilihan investasi sesuai dengan profil risiko, kondisi keuangan, dan tujuan keuangan tiap individu. Fitur Nabung Rutin hasil kolaborasi dengan Bank Jago juga terbukti membantu masyarakat Indonesia membangun disiplin berinvestasi,” kata William.
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·