Jakarta (ANTARA) - PT Bank Jago Tbk menghadirkan tampilan terintegrasi yang memungkinkan nasabah memantau seluruh portofolio investasi lintas platform dalam satu tab di Aplikasi Jago karena terhubung dengan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) serta mitra ekosistem digital.
“Kami mencoba untuk mengkonsolidasikan itu (portofolio investasi lintas platform) supaya di satu platform ini, pengguna bisa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan finansial,” kata Head of Digital Lending Business Bank Jago Irene Santoso di Jakarta, Jumat.
Irene menjelaskan bahwa fitur tersebut memungkinkan nasabah melihat portofolio investasi secara menyeluruh dengan syarat memiliki Rekening Dana Nasabah (RDN) Bank Jago terlebih dahulu sebagai penghubung utama.
Dengan integrasi tersebut, nasabah dapat memperoleh gambaran 360 derajat atas portofolio investasi yang ditempatkan di platform mitra seperti Bibit dan Stockbit maupun platform lainnya.
Baca juga: Laba bersih Bank Jago tumbuh 115 persen capai Rp276 miliar pada 2025
Sementara itu, Brand & Strategy Lead Bank Jago Aprilia Safitri menambahkan bahwa fitur ini hadir untuk mengurangi noise informasi aset investasi yang tersebar sekaligus memudahkan nasabah yang menggunakan beberapa aplikasi dalam memantau portofolionya.
Melalui kolaborasi dengan KSEI, ujar Aprilia, Bank Jago juga mendorong masyarakat, khususnya investor pemula, untuk lebih aktif berinvestasi dengan memberikan visibilitas menyeluruh atas penempatan dana pada platform investasi.
Bank Jago mencatat minat pengguna untuk berinvestasi di pasar saham mengalami peningkatan, sebagaimana terlihat dari pembukaan RDN Bank Jago yang naik lebih dari dua kali lipat sepanjang 2025.
Per 31 Desember 2025, pengguna Aplikasi Jago yang terhubung dengan platform investasi mitra Bibit dan Stockbit meningkat sebesar 38,2 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Baca juga: Jago Syariah: 40 ribu nasabah manfaatkan fitur kantong haji-umrah
Dari porsinya, reksa dana menjadi pilihan investasi terbesar, yaitu sebesar 44 persen, diikuti saham sebesar 42 persen dan obligasi 14 persen.
Perseroan menyampaikan bahwa Aplikasi Jago juga terus berkembang, tidak hanya sebatas untuk menabung dan bertransaksi melainkan juga menjadi tempat nasabah untuk menempatkan dan menumbuhkan aset secara lebih menyeluruh.
Sejak awal, Aplikasi Jago telah menghadirkan fitur Kantong untuk memisahkan uang ke dalam berbagai pos sesuai tujuan.
Pendekatan ini terinspirasi dari kearifan lokal atau kebiasaan lama masyarakat Indonesia dalam memisahkan uang ke dalam berbagai wadah, seperti amplop atau tempat penyimpanan sederhana berdasarkan kebutuhan.
Baca juga: Bank Jago catat 3 juta pengguna aplikasi Jago terhubung Bibit-Stockbit
Per Maret 2026, catat Bank Jago, terdapat sekitar 43,2 juta Kantong yang telah digunakan oleh 15,2 juta pengguna. Setiap pengguna rata-rata hampir memiliki tiga Kantong khusus.
Dari berbagai jenis fitur yang tersedia, Kantong Pengeluaran menjadi yang paling banyak digunakan, terutama untuk kebutuhan harian, seperti makanan, jajan, dan pengeluaran rutin lain.
Selain itu pengguna memanfaatkan Kantong untuk membayar tagihan, kebutuhan bisnis, hingga alokasi dana musiman, seperti Tunjangan Hari Raya (THR), Lebaran, dan kurban.
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·