Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak 900 ular kabur dari sebuah peternakan di Desa Hengzhou, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang di China Selatan, usai peternakan itu rusak imbas banjir bandang.
Ratusan ular termasuk kobra berbisa itu menimbulkan teror bagi warga hingga menyebabkan beberapa orang mengalami gigitan ular. Pemerintah kota setempat mengatakan petugas penyelamat telah dikirim untuk menangani situasi tersebut.
Pada Selasa (7/7), beberapa warganet mengunggah tangkapan layar dan klip video sebuah peternakan ular di Desa Dengwei di Hengzhou hancur akibat banjir. Unggahan itu juga memperingatkan warga sekitar untuk segera mengambil tindakan pencegahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warganet lain berkomentar bahwa beberapa penduduk desa yang terjebak telah digigit ular dan kini mengalami kekurangan persediaan medis dan perawatan.
"Kejadian ini terjadi pada 6 Juli. Menurut perkiraan awal kami, sekitar 800 hingga 900 ular melarikan diri setelah peternakan tersebut hanyut terbawa banjir," kata Kepala Komite Desa Dengwei, Wu Zhi.
"Sejauh ini satu warga desa telah digigit ular dan sedang menerima perawatan darurat di rumah sakit," imbuhnya, seperti dikutip Global Times.
Wu mengatakan tidak semua ular yang kabur di peternakan itu berbisa. Sebagian besar di antaranya adalah ular air yang tidak berbisa.
Seorang warga setempat bernama Shen dari Kota Yunbiao mengatakan peternakan ular terletak di daerah dataran rendah dan di lereng bukit seluruh kota.
Akibat jebolnya Waduk Liulan dan Waduk Yunbiao, daerah dataran rendah tergenang dan ular dari beberapa peternakan skala kecil telah melarikan diri ke daerah sekitarnya.
Peternak lokal disebut memelihara tiga jenis ular yakni kobra, ular tikus raja, dan ular air.
Peternak lokal bernama Lei memperkirakan bahwa ular dari peternakan skala kecil yang tersebar di daerah dataran rendah mungkin telah kabur dalam jumlah besar. Namun sebagian besar ular yang dipelihara di daerah tersebut kemungkinan akan mati setelah terendam air dalam waktu lama.
Usai kejadian itu, puluhan penduduk dari desa-desa terdekat yang tidak terkena dampak bencana, secara sukarela membentuk tim penangkap ular.
(bac/dna)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·