Banggar DPR dorong sinergi KSSK stabilkan kurs rupiah

1 jam yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mendorong sinergi pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan lainnya dalam Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) untuk menstabilkan kembali nilai tukar atau kurs rupiah.

“Saya berharap sejak awal ada sinergi bauran fiskal dan moneter dalam forum KSSK. Manfaatkan itu sebaik-baiknya sambil mulai membenahi tata kelola kebijakan fiskal,” kata Said ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, kondisi nilai tukar rupiah saat ini telah “menyentuh batas level psikologis”.

“Persoalannya ini bukan sekadar fundamental ekonomi saja karena dari sisi nilai rupiah sudah undervalued (terlalu rendah). Rupiah itu seharusnya paling tinggi maksimal tidak boleh melebihi batas di Rp17.600 (per dolar Amerika Serikat),” katanya.

Baca juga: Di balik fluktuasi rupiah dan cermin fondasi ekonomi Indonesia

Selain mendorong sinergisitas kebijakan fiskal dan moneter melalui forum KSSK, Said juga berharap pemerintah terus menggencarkan langkah mitigasi guna membangun optimisme investor.

“Yang menjadi sorotan daripada investor, mitigasinya itu sebenarnya bagaimana pemerintah mampu membuat ekosistem kepastian hukum,” ujar dia.

Diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali tertekan 0,27 persen hingga menembus Rp18.015 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi.

Posisi tersebut menjadi salah satu level terlemah rupiah dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus menandai mata uang Garuda ke ambang psikologis baru Rp18.000 per dolar AS.

Baca juga: Menkeu yakin kebijakan DHE SDA bisa bantu stabilkan kurs rupiah

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui wartawan di kompleks parlemen, Rabu (3/6), mengaku siap meningkatkan koordinasi KSSK untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

Kendati demikian, ia masih menghormati langkah intervensi Bank Indonesia sebagai otoritas utama yang bertanggung jawab terhadap nilai tukar.

“Itu kan yurisdiksi bank sentral untuk menjaga nilai tukar. Itu biar mereka jalan dulu. Kami lakukan rapat berkala secara normal saja, tapi kalau kami melihat ada koordinasi yang bisa ditingkatkan sehingga memperbaiki nilai tukar, kami akan lakukan,” kata Purbaya.

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya