Balas Serangan Ukraina, Rusia Ngamuk, Hujani Kiev dengan Rudal dan Drone

5 jam yang lalu 2

Sebuah mobil terbakar di lokasi jatuhnya rudal Rusia yang menargetikan ibu kota Kyiv, Ukraina, Rabu (30/8/2023). Pasukan Rusia melancarkan serangan dengan target ibu kota Ukraina Kyiv.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Rusia melancarkan serangan terbesar yang pernah ada ke Kota Kiev, Ukraina, pada Kamis (2/7/2026) pagi. Serangan drone dan rudal itu menghancurkan gedung-gedung apartemen.

Serangan berlangsung selama berjam-jam dan menewaskan sedikitnya 17 orang. Gempuran rudal Moskow ini digelar tak lama setelah Kiev melancarkan serangan lebih mendalam dan menghancurkan infrastruktur Rusia, termasuk satelit terbesar.  

Kremlin telah bersumpah untuk meningkatkan tekanan lebih lanjut terhadap Kiev. 

Wartawan AFP di Kyiv tengah dan timur mendengar lebih dari 12 ledakan dan melihat penduduk – beberapa di antaranya bersama anak-anak dan hewan peliharaan – bergegas mencari perlindungan di stasiun metro.

Penduduk setempat berdiri di atas reruntuhan blok apartemen yang hancur, terkoyak oleh serangan gencar. Sementara asap mengepul di atas cakrawala Kyiv.

Di satu tempat, seorang ibu menangis sambil memeluk putranya di depan puing-puing yang masih berasap.

Dilansir laman Al Arabiya, ledakan mulai bergema pada Rabu malam. Serangan berlangsung hingga Kamis dini hari ketika rudal dan drone Rusia menghujani daerah pemukiman di pusat kota.

Wali Kota Vitali Klitschko menggambarkan gempuran itu sebagai serangan paling besar musuh terhadap ibu kota. Ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Lembaga pelayanan darurat mengatakan setidaknya 17 orang tewas.

Kyiv mendesak sekutunya untuk mengirimkan lebih banyak pertahanan udara. “Pasokan pertahanan udara untuk Ukraina adalah prioritas mutlak dan sangat penting,” kata Zelenskyy dalam sebuah unggahan di Facebook.

“Kami juga sangat mengandalkan keputusan Amerika Serikat mengenai lisensi untuk Patriot,” tambahnya.

Baca Artikel Selengkapnya