REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Amerika Serikat (AS) bersiap untuk menutup sejumlah konsulat asing di lima negara sebagai bagian dari upaya kepemimpinan Donald Trump memangkas birokrasi pemerintah yang dinilai terlampau gemuk.
Pemerintah federal AS secara keseluruhan telah mengalami pemotongan anggaran yang signifikan sejak Trump kembali menjabat, dengan Departemen Luar Negeri (Deplu AS) sendiri melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal pada tahun lalu.
Deplu AS kini telah memberitahukan Kongres mengenai rencananya untuk menutup lima misi luar negeri. Rencana ini menjadi langkah langka dalam pengurangan jejak diplomatik global Amerika, menurut sumber yang mengetahui pemberitahuan tersebut.
Dalam pengumuman yang dikirimkan ke komite-komite Kongres pekan lalu, Deplu AS menyatakan berencana menutup pos diplomatiknya di St. George's (Grenada), Nagoya (Jepang), Medan (Indonesia), Douala (Kamerun), dan Winnipeg (Kanada).
Sumber-sumber yang mengetahui pemberitahuan ini berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim karena informasi tersebut belum dipublikasikan secara resmi seperti dilansir dari laman Daily Mail, Selasa(4/8/2026).
Rencana penutupan yang belum pernah dilaporkan sebelumnya ini menjadi contoh langka di mana AS menutup beberapa misi luar negeri sekaligus dalam skema pengurangan skala yang tidak terikat pada peristiwa geopolitik tertentu.
Pada awal tahun lalu, pada bulan-bulan awal pemerintahan Trump, Deplu AS mulai bersiap menutup hampir selusin misi luar negeri, sebagaimana dilaporkan berbagai media saat itu. Langkah ini merupakan bagian dari dorongan yang lebih luas oleh presiden dari Partai Republik tersebut untuk mentransformasi birokrasi AS agar selaras dengan agenda "America First".

3 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·