Jepang Disapu Topan Ganas, 4 Orang Tewas dan 45 Ribu Rumah Mati Listrik

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Setidaknya empat orang tewas dan 22 orang terluka usai topan Dujuan menerjang Jepang pada Senin (21/9).

AFP melaporkan topan Dujuan menyapu wilayah timur Jepang, yakni kawasan sekitar ibu kota Tokyo, hingga memicu hujan lebat dan tanah longsor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana melaporkan tiga orang tewas di Prefektur Chiba dan satu orang meninggal di Prefektur Kanagawa. Kedua wilayah terletak tak jauh dari Tokyo.

Lebih dari 45 ribu rumah di Chiba juga mati listrik imbas topan ini. Lebih dari 460 rumah juga mengalami kerusakan.

Pihak berwenang menyebut operasi pencarian hingga kini masih terus dilakukan usai sejumlah orang hilang akibat tanah longsor.

[Gambas:Video CNN]

Topan Dujuan bergerak menjauhi pesisir Jepang menuju Samudra Pasifik pada Selasa (22/9) pagi sehingga pihak berwenang mencabut dan/atau menurunkan level peringatan hujan lebat dan tanah longsor di sebagian besar wilayah.

Terjangan Dujuan telah memaksa Jepang menutup lebih awal salah satu pameran video gim terbesar di dunia yang diselenggarakan di ibu kota.

Jepang sering dilanda topan kuat pada akhir musim panas dan awal musim gugur.

Beberapa badai yang muncul di musim ini sampai-sampai mengganggu sejumlah pertandingan Asian Games yang sedang dihelat di Negeri Sakura.

Meski pihak berwenang mencatat bahwa kekuatan Dujuan telah melemah dan topan kini bergerak ke arah timur laut, curah hujan akibat badai ini terasa di beberapa bagian wilayah Tokyo.

Di Oshima, yang berajarak sekitar 120 kilometer dari pusat kota Tokyo, mengalami curah hujan sebesar 832 milimeter dalam kurun waktu 48 jam. Jumlah ini dua kali lipat dari rata-rata curah hujan bulanan pada September.

Curah hujan di wilayah Edogawa, Tokyo, sementara itu mencapai rekor 282,5 milimeter dalam waktu 24 jam.

Para ilmuwan telah mewanti-wanti perubahan iklim akibat aktivitas manusia memperparah risiko hujan lebat karena atmosfer yang lebih hangat mampu menampung lebih banyak uap air.

(blq/bac)

Baca Artikel Selengkapnya